Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu, Achmad Mastur, bersama Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Abdul Hakim, menghadiri kegiatan Kick Off Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama RI di Lobi Kantor Kementerian Agama RI, pada Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya program pelayanan masjid bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang akan melakukan perjalanan pulang kampung menjelang Hari Raya Idulfitri. Program Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat menjadikan masjid sebagai tempat istirahat yang nyaman sekaligus pusat pelayanan keagamaan bagi para pemudik di berbagai wilayah Indonesia.
Kick off tersebut juga diikuti secara serentak oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dari masjid yang telah ditentukan sebagai bagian dari program pelayanan umat selama masa arus mudik.
Kasi Bimas Islam Kemenag Kepulauan Seribu, Achmad Mastur, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kementerian Agama dalam menghadirkan masjid yang lebih inklusif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Program Masjid Ramah Pemudik ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang membutuhkan tempat singgah yang aman dan nyaman,” ujar Achmad Mastur.
Ia menambahkan, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pelayanan umat yang mampu menghadirkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan kemaslahatan bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Kepulauan Seribu, Abdul Hakim, menilai program ini sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban umat.
“Melalui program ini, kita ingin menghadirkan masjid yang tidak hanya terbuka bagi jamaah untuk beribadah, tetapi juga ramah bagi para musafir dan pemudik. Masjid diharapkan menjadi tempat yang menghadirkan kenyamanan, pelayanan, serta nilai-nilai ukhuwah bagi siapa pun yang singgah,” ungkap Abdul Hakim.
Dengan adanya program Masjid Ramah Pemudik, diharapkan semakin banyak masjid di Indonesia yang berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pemberdayaan, dan pelayanan sosial di tengah kehidupan umat.