Jakarta (Humas MAN 14 Jakarta) — MAN 14 Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Publikasi dan Penulisan Riset Ilmiah di Era 5.0 sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional guru serta memperkuat kualitas pembelajaran di madrasah. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (16/6/2026) ini diikuti oleh 37 guru dan menjadi bagian dari implementasi pengembangan profesi berkelanjutan sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama.
Kepala MAN 14 Jakarta, Nurmala, menegaskan bahwa guru dituntut untuk terus mengembangkan kapasitas diri, tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga dalam bidang publikasi ilmiah dan literasi pendidikan. Menurutnya, kemampuan menulis dan mendokumentasikan praktik baik pendidikan menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki pendidik di era transformasi digital.
“Pelatihan ini merupakan langkah awal untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Guru perlu meningkatkan keterampilan publikasi ilmiah serta kemampuan menuangkan ide-ide kreatif ke dalam berbagai bentuk tulisan, baik artikel, media publikasi, maupun buku,” ujar Nurmala dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan penulisan merupakan strategi penting dalam meningkatkan kompetensi guru sebagai bagian dari pengembangan profesional yang berkelanjutan. Melalui penguatan literasi dan keterampilan menulis, guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan.
“Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan menulis yang baik, guru dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta berkontribusi dalam pengembangan kualitas pendidikan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, narasumber Halimah Tusadiyah memberikan penguatan mengenai pentingnya membangun budaya menulis secara konsisten. Menurutnya, kemampuan menulis tidak lahir secara instan, melainkan melalui kebiasaan yang terus diasah setiap hari.
“Seseorang yang ingin memulai menulis harus membiasakan diri untuk menulis setiap hari. Tuliskan apa saja, baik yang bersifat tematik maupun bebas. Dari kebiasaan sederhana itu akan lahir berbagai ide yang dapat dikembangkan menjadi karya yang bermanfaat,” jelas Halimah.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak membiarkan ide-ide yang muncul hilang begitu saja. Setiap gagasan yang muncul perlu segera dicatat dan dikembangkan agar dapat menjadi karya ilmiah maupun tulisan inspiratif yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Selain memperoleh pemahaman mengenai teknik penulisan ilmiah, para guru juga mendapatkan motivasi untuk mulai mendokumentasikan pengalaman, inovasi, dan praktik baik yang selama ini dilakukan dalam proses pembelajaran.
Melalui pelatihan ini, MAN 14 Jakarta menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi dan riset di lingkungan madrasah. Madrasah tidak hanya berupaya mencetak peserta didik yang unggul, tetapi juga mendorong lahirnya pendidik yang profesional, inovatif, dan produktif dalam menghasilkan karya ilmiah.
Dengan semakin kuatnya budaya menulis di kalangan guru, berbagai praktik baik yang selama ini dilakukan di ruang-ruang kelas diharapkan dapat terdokumentasikan dan menjadi sumber inspirasi bagi dunia pendidikan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, dan adaptif terhadap tantangan pendidikan di era 5.0.