Berita

Maknai Zulhijah, KaKanwil Ajak Perkuat Ibadah dan Kepedulian

Ahad, 17 Mei 2026
Dibaca 161 kali
blog

Jakarta (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, mengajak umat Islam memaknai bulan Zulhijah sebagai momentum meningkatkan ketaatan, kepedulian sosial, dan semangat pengorbanan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H.

 

Hal tersebut disampaikan Adib dalam program dialog khusus di TVRI bertema “Jelang Sidang Isbat Penetapan Hari Raya Iduladha”, Minggu (17/5/2026).

 

Dalam dialog tersebut, Adib menjelaskan bahwa Zulhijah merupakan salah satu dari empat bulan mulia atau Asyhurul Hurum yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Menurutnya, bulan Zulhijah mengandung banyak makna spiritual yang dapat menjadi pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya ketaatan kepada Allah SWT.

 

“Bulan Zulhijah adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT. Di dalamnya banyak mengandung makna bagi kita sebagai Muslim dan sebagai umat manusia,” ujar Adib.

 

Ia menuturkan, nilai utama yang terkandung dalam bulan Zulhijah tercermin dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, khususnya terkait pengorbanan dan kepatuhan kepada perintah Allah SWT.

 

“Di situ ada simbol ketaatan tertinggi kepada Allah yang dikisahkan melalui perjalanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihis salam, yang puncaknya diwujudkan melalui ibadah kurban dan ibadah haji,” katanya.

 

Adib menjelaskan, sejarah Iduladha berawal dari peristiwa ketika Nabi Ibrahim AS mendapat perintah melalui mimpi untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Perintah tersebut diterima dengan penuh keikhlasan oleh keduanya sebagai bentuk kepatuhan total kepada Allah SWT. Namun, ketika perintah itu hendak dilaksanakan, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail AS dengan seekor hewan sembelihan.

 

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam yang mengajarkan nilai keimanan, keikhlasan, kesabaran, dan pengorbanan demi menjalankan perintah Allah SWT.

 

“Perjalanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memberikan pelajaran besar bagi umat manusia tentang arti keikhlasan, kesabaran, dan ketundukan kepada Allah SWT,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Melalui kurban, umat Islam diajak memperkuat solidaritas, kepedulian terhadap sesama, dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

“Ibadah kurban mengajarkan kita untuk berbagi, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” jelasnya.

 

Adib juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak amalan ibadah sejak awal Zulhijah hingga menjelang Iduladha. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas spiritual sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Oleh karena itu, dari tanggal 1 sampai 10 Zulhijah dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah, bersedekah, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

 

Selain itu, ia berharap semangat Iduladha dapat menjadi pengingat pentingnya membangun kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan penuh kepedulian, terutama di tengah masyarakat Jakarta yang majemuk.

 

“Nilai pengorbanan dan kebersamaan dalam Iduladha harus menjadi semangat untuk memperkuat persatuan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” tandasnya.

 

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor