Berita

Kultum Rutin Ba'da Zuhur KanKemenag Kepulauan Seribu

Rabu, 1 Juli 2026
Dibaca 434 kali
blog

Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menggelar Kultum Rutin Ba'da Zuhur di Kantor Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi sarana pembinaan spiritual bagi ASN untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kualitas pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, pada Rabu (1/7/2026).


Tausiah disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Muhammad Fikri Adrian, yang mengangkat tema "Nasihat Imam Al-Ghazali mengenai Pentingnya Beramal Setelah Berilmu".


Dalam tausiahnya, Muhammad Fikri Adrian mengutip nasihat Imam Abu Hamid Al-Ghazali dalam kitab Ayyuha al-Walad yang menegaskan bahwa ilmu tidak akan membawa manfaat apabila tidak diwujudkan dalam amal saleh.


"Janganlah kita menjadi orang yang kaya ilmu, tetapi bangkrut dalam amal. Sebab ilmu semata tidak akan menjadi penolong apabila tidak diwujudkan dalam amal saleh," ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa nasihat tersebut diberikan kepada seorang murid yang telah lama menuntut ilmu. Hal itu menunjukkan bahwa luasnya pengetahuan saja belum cukup apabila tidak diiringi dengan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, kondisi tersebut sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Banyak orang mudah mengakses ilmu melalui kajian, buku, maupun media digital, tetapi belum seluruhnya tercermin dalam amal. Pengetahuan tentang keutamaan salat berjamaah, sedekah, menjaga lisan dari ghibah, maupun amalan lainnya hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata.


Dalam tausiahnya, Muhammad Fikri Adrian juga menjelaskan hubungan antara amal saleh dan rahmat Allah sebagai jalan menuju surga. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:


Lā yudkhilu aḥadan minkum 'amaluhu al-jannah.


"Tidak ada seorang pun di antara kalian yang masuk surga karena amalnya".


Ketika para sahabat bertanya, "Termasuk engkau wahai Rasulullah?", beliau menjawab:


Wa lā anā, illā an yataghammadanī Allāhu biraḥmatin minhu wa faḍlin.


"Termasuk aku, kecuali jika Allah melimpahkan kepadaku rahmat dan karunia-Nya".


Ia kemudian menjelaskan bahwa hadis tersebut tidak bertentangan dengan firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 39 yang menyatakan bahwa manusia memperoleh apa yang telah diusahakannya. Menurut penjelasan Imam Al-Ghazali, surga merupakan anugerah rahmat Allah, sedangkan amal saleh adalah ikhtiar sekaligus bukti keimanan seorang hamba untuk meraih rahmat tersebut.


"Surga memang merupakan anugerah rahmat Allah, tetapi amal saleh adalah bentuk ikhtiar dan bukti keimanan seorang hamba. Ibarat ingin memanen hasil, seseorang tetap harus menanam benih, sedangkan yang menumbuhkannya adalah Allah," jelasnya.


Menutup tausiahnya, Muhammad Fikri Adrian mengajak seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu agar menjadikan setiap ilmu yang dipelajari sebagai pendorong lahirnya amal saleh.


"Mari kita jadikan setiap ilmu yang kita pelajari sebagai jalan menuju amal. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang tidak hanya kaya ilmu, tetapi juga kaya amal, serta senantiasa memperoleh rahmat dan ridha-Nya," pungkasnya.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor