Berita
Kontrak Prestasi 2026

Kontrak Prestasi Jadi Salah Satu Instrument Penting Perkuat Mutu Madrasah

Kamis, 16 April 2026
Dibaca 255 kali
blog

Jakarta (Humas Kemenag DKI) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan kontrak prestasi Madrasah Aliyah tahun 2026 menjadi instrumen penting dalam peningkatan dan penjaminan mutu pendidikan madrasah di DKI Jakarta, saat menghadiri kegiatan kontrak prestasi di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

 

Dalam arahannya, Adib menyampaikan bahwa kontrak prestasi memberikan gambaran jelas (outlook) terkait target capaian madrasah dalam satu tahun berjalan. Dokumen tersebut sekaligus menjadi alat ukur untuk memastikan seluruh target dapat dicapai bahkan dilampaui melalui kerja nyata seluruh unsur madrasah, khususnya di bawah binaan bidang pendidikan madrasah (penmad).

 

Ia mengapresiasi kinerja jajaran penmad yang dinilai berhasil mendorong peningkatan kualitas Madrasah Aliyah Negeri. Hal ini tercermin dari capaian siswa yang diterima melalui jalur Seleksi Masuk Berdasarkan Prestasi (SMBP), di mana madrasah di DKI Jakarta menempati posisi teratas.

 

“Ini adalah hasil kerja keras kita semua. Kontrak prestasi, madrasah award, dan berbagai kompetisi telah terakumulasi menjadi prestasi nyata yang menjadi pertimbangan penting dalam jalur penerimaan berbasis prestasi,” ujarnya.

 

Adib menambahkan, meskipun DKI Jakarta tidak memiliki Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC), kualitas madrasah negeri di Jakarta mampu bersaing dan bahkan menjadi rujukan bagi daerah lain. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan madrasah negeri di Jakarta sebagai madrasah unggul.

 

Dalam pengelolaan lembaga pendidikan, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh potensi, mulai dari sumber daya manusia, siswa, orang tua, komite, hingga lingkungan sekitar. Optimalisasi potensi tersebut dinilai akan bermuara pada lahirnya berbagai prestasi madrasah.

 

Ia juga menyoroti capaian madrasah yang telah mengantarkan siswa ke perguruan tinggi negeri maupun luar negeri. Ke depan, madrasah diharapkan terus mampu mengantar generasi terbaik meraih pendidikan tinggi berkualitas.

 

Terkait tata kelola, Adib menyebut beberapa madrasah seperti MAN 2 dan MAN 4 telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan menargetkan madrasah aliyah lainnya dapat menyusul pada 2026. Menurutnya, tata kelola yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan prestasi.

 

Selain itu, ia menekankan implementasi program prioritas kementerian di madrasah, seperti ekoteologi dan gerakan wakaf uang. Program wakaf uang didorong dilakukan secara berkelanjutan, antara lain melalui “Jumat Berwakaf” yang diintegrasikan dengan literasi keuangan bagi siswa.

 

Dalam aspek lingkungan, Adib juga menggarisbawahi pentingnya penerapan konsep ekoteologi melalui peningkatan kesadaran warga madrasah dalam menjaga lingkungan, termasuk pemanfaatan ruang terbuka hijau dan penataan lingkungan madrasah.

 

Menutup arahannya, Adib mengajak seluruh insan madrasah untuk berkomitmen mencetak generasi unggul yang tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga mampu berkiprah di berbagai bidang.

 

“Madrasah harus menjadi pilihan utama masyarakat. Kita ingin mengantarkan anak-anak kita meraih pendidikan terbaik dan menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor