Berita

Kemenag Siapkan Program Masjid Ramah Pemudik Jelang Idul Fitri 1447 H

Rabu, 11 Maret 2026
Dibaca 899 kali
blog

Breakfast Meeting

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara mengikuti Breakfast Meeting persiapan Ramadhan, penguatan program keagamaan, dan pelayanan mudik Idul Fitri bersama Menteri Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini membahas kesiapan layanan Kementerian Agama kepada masyarakat, khususnya melalui program Masjid Ramah Pemudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

 

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI dan diikuti oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, para Direktur Jenderal, pejabat eselon II pusat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Indonesia. Dalam rapat tersebut, masing-masing unit kerja menyampaikan laporan kesiapan program keagamaan selama Ramadhan hingga arus mudik Lebaran.

 

Menteri Agama dalam arahannya menekankan bahwa bulan Ramadhan harus menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran Kementerian Agama memastikan program berjalan optimal dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, “Ramadhan harus menjadi sarana memperkuat pelayanan keagamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menghidupkan syiar keagamaan di tengah masyarakat,” ujar Menteri Agama dalam arahannya.

 

Salah satu program yang menjadi fokus pembahasan adalah Masjid Ramah Pemudik yang disiapkan sebagai bagian dari pelayanan publik Kementerian Agama menjelang Idul Fitri. Program ini bertujuan menjadikan masjid sebagai tempat singgah yang nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat saat momentum mudik Lebaran, “Melalui program Masjid Ramah Pemudik, Kementerian Agama hadir di tengah masyarakat dengan menjadikan masjid sebagai titik kumpul sekaligus tempat beristirahat bagi para pemudik,” kata Mawardi.

 

Ia menjelaskan bahwa masjid yang ditunjuk harus menyediakan layanan yang memadai, antara lain tempat istirahat yang layak, fasilitas pengisian daya telepon genggam, air bersih, serta makanan ringan bagi pemudik yang sedang berpuasa. Mawardi menambahkan bahwa setiap kabupaten atau kota hanya menunjuk satu atau dua masjid yang berada di jalur mudik utama agar pelayanan dapat lebih terfokus.

 

Selain Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, rapat juga mendengarkan laporan kesiapan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Hindu, Katolik, dan Kristen. Keterlibatan seluruh unsur tersebut, menurut Mawardi, menunjukkan bahwa pelayanan Kementerian Agama ditujukan untuk seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

 

Menurutnya, penyediaan rumah ibadah yang ramah bagi pemudik merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama dan harmoni sosial di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa momentum Idul Fitri tidak hanya dimanfaatkan oleh umat Islam, tetapi juga oleh masyarakat dari berbagai agama yang melakukan perjalanan pulang kampung.

 

Melalui koordinasi nasional tersebut, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan keagamaan selama Ramadhan dan Idul Fitri berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang membutuhkan tempat singgah yang nyaman selama perjalanan.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor