Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menyampaikan sambutan dalam kegiatan Launching Gerakan Jakarta Berwakaf yang digelar di Masjid Raudatul Jannah Kanwil Kemenag DKI Jakarta, pada Senin (9/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 400 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, kegiatan juga diikuti secara daring oleh puluhan satuan kerja, madrasah, serta siswa-siswi yang berada di berbagai wilayah DKI Jakarta.
Dalam sambutannya, Adib menyampaikan bahwa Gerakan Jakarta Berwakaf diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat berbagai program Kementerian Agama serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam gerakan wakaf.
“Gerakan Jakarta Berwakaf ini diharapkan menjadi langkah bersama untuk menyukseskan program Kementerian Agama sekaligus menguatkan pemberdayaan umat melalui wakaf,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun kegiatan launching baru dilaksanakan secara resmi, gerakan wakaf di Jakarta sebenarnya telah mulai berjalan sebelumnya. Hingga saat ini, dana wakaf yang telah berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp649.446.000.
Adib berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan Gerakan Jakarta Berwakaf ini terus berkembang seperti bola salju yang semakin besar, sehingga Jakarta dapat menjadi kota wakaf yang mampu mendukung berbagai program pemberdayaan umat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Adib juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menggalakkan program wakaf untuk mendukung pengembangan fasilitas di Masjid Raudatul Jannah Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Salah satunya melalui program wakaf lampu masjid yang hingga saat ini telah menghimpun dana sekitar Rp83.900.000 untuk pengadaan lampu besar dan lampu hias masjid.
Selain itu, Kakanwil juga memaparkan sejumlah program pembinaan masyarakat yang tengah dijalankan oleh Kemenag DKI Jakarta. Salah satunya melalui program Penyuluh Masuk Pasar yang dilaksanakan di sekitar 114 pasar di wilayah DKI Jakarta.
“Melalui program Penyuluh Masuk Pasar, para penyuluh agama hadir langsung di tengah masyarakat untuk menggerakkan kegiatan pengajian dan pembinaan keagamaan di lingkungan pasar,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Di samping itu, Kanwil Kemenag DKI Jakarta juga mengembangkan program Jakarta Mengaji, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan masyarakat, khususnya siswa madrasah dan pelajar muslim di Jakarta.
Menurut Adib, berbagai program tersebut diharapkan dapat berjalan sinergis dengan Gerakan Jakarta Berwakaf sehingga potensi wakaf yang besar di Jakarta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umat.
“Potensi wakaf di Jakarta sangat besar. Jika dikelola dengan baik dan melibatkan partisipasi masyarakat, wakaf dapat menjadi kekuatan penting dalam pembangunan sosial dan kesejahteraan umat,” tutupnya.