Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta melalui Bidang Urusan Agama Islam (Urais) menggelar rapat persiapan Program Masjid Ramah Pemudik Lebaran 2026 melalui Zoom Meeting, Rabu (4/3/2026).
Rapat tersebut diikuti oleh para Kepala Subbagian Tata Usaha dan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dari seluruh wilayah DKI Jakarta sebagai bagian dari koordinasi pelaksanaan program pelayanan bagi masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.
Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Robi Fadil Muhammad, dalam arahannya menyampaikan bahwa Program Masjid Ramah Pemudik merupakan inisiatif Kementerian Agama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Program Masjid Ramah Pemudik yang sedang digemakan ini merupakan concern Pak Menteri Agama jelang Lebaran tahun ini,” ujar Robi.
Ia menjelaskan bahwa rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi nasional terkait pelaksanaan program Masjid Ramah Pemudik yang akan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah persiapan teknis, di antaranya penentuan masjid yang akan menjadi titik lokasi pemberangkatan pemudik serta masjid yang disiapkan sebagai tempat transit bagi para pemudik selama perjalanan.
Robi menyampaikan bahwa dua masjid di Jakarta telah disiapkan untuk mendukung program tersebut, yaitu Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat dan Masjid Hasyim Asy’ari di Jakarta Barat.
“Keduanya akan menjadi titik lokasi utama pemberangkatan para pemudik, dan insya Allah kick-off program Masjid Ramah Pemudik ini akan dilaksanakan pada 13 Maret 2026,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh jajaran Kementerian Agama di wilayah DKI Jakarta untuk mendukung serta menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
“Tahun ini Pak Menteri ingin kontribusi Kementerian Agama yang didengar oleh masyarakat tidak hanya hisab rukyat saja, tetapi juga ada masjid-masjid ramah pemudik yang disediakan oleh Kementerian Agama untuk menjadi tempat transit bagi para musafir,” ujar Robi.
Melalui program tersebut, Kementerian Agama berupaya menghadirkan layanan keagamaan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.