Berita

Kakankemenag Jakarta Utara: Pesantren Lahirkan Generasi Penerang Bangsa

Sabtu, 27 Juni 2026
Dibaca 22 kali
blog

Wisuda Santri

Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, mengajak para santri menjadikan ilmu agama sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan dan mengabdi kepada masyarakat saat menghadiri Haflah Akhirussanah Santri Angkatan I Pondok Pesantren Baitul Qur'an Al-Ikhwan Marunda, Sabtu (27/6/2026). Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi berkarakter yang kelak menjadi pemimpin dan penerang bangsa.

 

Dalam sambutannya, Mawardi menyampaikan apresiasi kepada pendiri pondok pesantren, pengasuh, serta seluruh dewan guru yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga dalam membina para santri. Ia menegaskan bahwa keberadaan pesantren menjadi mitra penting Kementerian Agama dalam memperluas layanan pendidikan keagamaan kepada masyarakat.

 

"Atas nama Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, kami mengucapkan terima kasih kepada para pendiri dan seluruh dewan guru yang telah menjadi wasilah terselenggaranya pendidikan agama melalui pondok pesantren. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan menjadi amal jariyah di sisi Allah SWT," ujar Mawardi.

 

Mawardi menjelaskan bahwa perjalanan sebuah pondok pesantren umumnya berawal dari gagasan mulia yang kemudian berkembang melalui dedikasi para pendiri dan diteruskan secara berkesinambungan oleh generasi berikutnya. Oleh karena itu, ia berharap semangat perjuangan para pendiri terus terjaga demi melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

Menurutnya, keberhasilan sebuah pesantren tidak hanya diukur dari perkembangan sarana dan prasarana, tetapi juga dari nilai-nilai keteladanan yang ditanamkan kepada para santri. Kehidupan yang sederhana dan bersahaja menjadi salah satu karakter pendidikan pesantren yang mampu membentuk pribadi tangguh, rendah hati, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

 

"Kehidupan sederhana yang diajarkan di pesantren merupakan bekal penting bagi para santri agar tidak mudah terlena oleh kemewahan dunia. Nilai-nilai tersebut akan menjadi kekuatan moral ketika mereka hidup di tengah masyarakat yang beragam," tuturnya.

 

Mawardi juga menilai keteladanan para pendidik menjadi faktor penting dalam membangun kedekatan antara guru dan santri. Sikap sederhana dan penuh kepedulian akan menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih bermakna serta memperkuat proses pembinaan karakter.

 

Kepada para santri Angkatan I yang mengikuti Haflah Akhirussanah, Mawardi berpesan agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan menjadikan ilmu agama sebagai fondasi dalam meraih cita-cita.

 

"Gantungkan cita-cita setinggi langit. Teruslah belajar, berkarya, dan menjaga nilai-nilai yang telah diperoleh selama di pesantren agar kelak menjadi generasi yang membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan negara," pesannya.

 

Haflah Akhirussanah Angkatan I Pondok Pesantren Baitul Qur'an Al-Ikhwan Marunda menjadi momentum syukur atas capaian para santri sekaligus penguatan komitmen pesantren dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor