Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, mengajak para orang tua dan pendidik untuk senantiasa mengiringi proses belajar santri dengan doa sebagai ikhtiar batin yang melengkapi ikhtiar lahir dalam menuntut ilmu. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Haflah Takhrij 35 Santri Angkatan I Pondok Pesantren Baitul Qur'an Al-Ikhwan Marunda, Sabtu (27/6/2026).
Dalam sambutannya, Mawardi menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kesungguhan belajar para santri, tetapi juga oleh doa dan dukungan spiritual yang terus dipanjatkan oleh orang tua serta para guru.
"Jangan biarkan mereka berjuang sendirian. Dampingi ikhtiar belajar mereka dengan doa yang dipanjatkan setelah salat fardu, salat hajat, maupun tahajud. Belajar adalah ikhtiar lahir, sedangkan doa adalah ikhtiar batin yang akan menguatkan setiap langkah mereka," ujarnya.
Menurut Mawardi, tradisi mendoakan santri telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan panjang pendidikan pesantren di Indonesia. Para pendiri dan pengasuh pesantren terdahulu memberikan keteladanan dengan mengiringi perjuangan para santri melalui doa-doa yang tulus dan berbagai bentuk ibadah sebagai ikhtiar memohon keberkahan kepada Allah Swt.
Ia juga mengingatkan para wali santri bahwa mendidik anak tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan material dan memberikan nasihat. Perhatian, doa, dan pendampingan spiritual merupakan faktor penting yang turut menentukan keberhasilan anak dalam menempuh pendidikan.
"Sejarah menunjukkan bahwa keberhasilan banyak santri tidak terlepas dari kesungguhan orang tua dalam berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Doa orang tua menjadi kekuatan yang mengiringi perjalanan mereka meraih masa depan," tutur Mawardi.
Senada dengan itu, Pembina Pondok Pesantren Baitul Qur'an Al-Ikhwan, Ahmad Badi', mengajak seluruh wali santri dan dewan guru untuk terus mendoakan para santri dengan penuh keikhlasan.
"Saat mendoakan mereka, hadirkan wajahnya dalam hati, sebut namanya, dan panjatkan harapan terbaik untuk masa depannya. Insya Allah, doa yang tulus akan menjadi penyerta langkah mereka dalam menuntut ilmu dan mengabdi kepada umat," ungkapnya.
Haflah Takhrij Angkatan I Pondok Pesantren Baitul Qur'an Al-Ikhwan Marunda menjadi momentum syukur atas capaian para santri sekaligus penguatan sinergi antara pesantren, orang tua, dan masyarakat dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara.