Berita
Haul Akbar

Haul Akbar Perdana Ulama Betawi Digelar di Monas, Ini Pesan Pramono

Jumat, 19 Juni 2026
Dibaca 391 kali
blog

Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI) --- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat meneladani perjuangan para ulama, habaib, dan tokoh Betawi dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, serta penuh semangat kebangsaan. Hal ini disampaikan saat Acara Puncak Haul Akbar Tokoh, Ulama, dan Habaib Betawi Tahun 2026 yang digelar di Plaza Selatan Monumen Nasional Jakarta.

 

Dalam sambutannya, Pramono Anung menegaskan bahwa Haul Akbar merupakan momentum untuk mengenang jasa para ulama sekaligus memperkuat nilai-nilai akhlak, keagamaan, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Jakarta. Jumat (19/06/2026)

 

“Haul Akbar ini bukan hanya mengenang jasa dan perjuangan para ulama serta habaib Betawi, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri untuk memperbaiki akhlak, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan rasa syukur atas warisan nilai-nilai luhur yang telah mereka tinggalkan,” ujarnya.

 

Pramono menjelaskan bahwa penyelenggaraan Haul Akbar Tokoh, Ulama, dan Habaib Betawi merupakan kegiatan perdana yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi tradisi tahunan sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan tokoh masyarakat Betawi yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan Jakarta.

 

Menurutnya, para ulama dan habaib memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat moral masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air. Karena itu, warisan perjuangan mereka harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

 

“Jakarta tidak hanya dibangun oleh kemajuan infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh kuatnya akhlak masyarakat, terjaganya kerukunan sosial, serta tumbuhnya rasa saling menghormati dalam keberagaman,” katanya.

 

Dihadapan ribuan jamaah, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Betawi yang selama ini berperan menjaga kerukunan dan kebersamaan di Jakarta. Ia menilai masyarakat Betawi memiliki karakter religius, toleran, serta terbuka terhadap keberagaman yang menjadi kekuatan utama ibukota.

 

Haul Akbar ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta menuju usia lima abad pada tahun 2027. Pramono menegaskan komitmennya untuk memperkuat identitas budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.

 

Sebelum menghadiri acara puncak haul, Pramono bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama dan habaib Betawi. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa para tokoh agama yang telah berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat Jakarta yang religius dan harmonis.

 

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus menyempurnakan direktori atau buku tokoh ulama, habaib, dan tokoh nasional Betawi agar menjadi sumber informasi yang lebih lengkap mengenai kontribusi para tokoh tersebut bagi masyarakat dan bangsa.

 

“Insya Allah tahun depan kegiatan ini akan kembali diselenggarakan dengan lebih baik, lebih meriah, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta,” pungkasnya.

 

Acara Haul Akbar Tokoh, Ulama, dan Habaib Betawi Tahun 2026 dihadiri Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, para ulama, habaib, tokoh masyarakat, pimpinan organisasi keagamaan, unsur pemerintah daerah, serta ribuan masyarakat yang bersama-sama memanjatkan doa untuk para ulama dan tokoh Betawi yang telah wafat.

 

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor