Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Para Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepulauan Seribu Utara kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan literasi Al-Qur’an di SMPN 133 Jakarta, pada Rabu (11/2/2026).
Memasuki hari kedua pelaksanaan, materi difokuskan pada lanjutan ilmu tajwid, meliputi makharijul huruf, hukum nun mati dan tanwin, mad, serta praktik pelafalan yang benar. Pembelajaran tersebut dibimbing langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Doni Kuswandi Saputra.
Sementara itu, dua penyuluh lainnya, Juhaeriyah dan Istiana Rahma, memberikan pendampingan kepada siswa pemula atau yang masih tahap dasar. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan huruf hijaiyah, pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode Usmani, pelafalan yang tepat, serta latihan membaca Iqra’ secara bertahap agar siswa mampu mengenali bentuk huruf, bunyi, dan cara membacanya dengan benar.
Kegiatan dimulai sejak pagi hari dengan pembukaan dan pengarahan mengenai pentingnya literasi Al-Qur’an sebagai fondasi pembentukan akhlak, kedisiplinan, serta peningkatan kemampuan membaca sesuai kaidah tajwid. Para siswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan tingkat kemampuan membaca agar pembelajaran lebih efektif dan terarah.
Dalam keterangannya, Doni Kuswandi Saputra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter religius sekaligus penguatan kompetensi membaca Al-Qur’an bagi peserta didik.
“Literasi Al-Qur’an bukan hanya tentang mampu membaca, tetapi juga memahami cara membaca yang benar sesuai tajwid. Dengan pembinaan rutin seperti ini, kami berharap kemampuan siswa semakin baik dan tumbuh kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran dilakukan secara bertahap agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung.
“Yang terpenting adalah konsistensi latihan. Semakin sering mereka membaca dan dikoreksi, maka semakin cepat pula perkembangan bacaannya,” tambahnya.
Sementara itu, Istiana Rahma yang membimbing kelompok pemula menekankan pentingnya kesabaran dan pendekatan personal dalam mengajarkan huruf hijaiyah dan bacaan dasar.
“Anak-anak yang masih tahap awal perlu pendampingan yang sabar dan menyenangkan. Dengan metode Usmani dan latihan Iqra’, mereka belajar secara perlahan, mengenali huruf, bunyi, hingga mampu membaca rangkaian kata dengan percaya diri,” jelasnya.
Metode pembelajaran dilakukan melalui pendekatan kelompok kecil dan pendampingan langsung, sehingga setiap siswa memperoleh bimbingan sesuai kebutuhannya. Para penyuluh aktif memberikan contoh bacaan, koreksi pelafalan, serta motivasi agar siswa lebih percaya diri dalam belajar.
Selama kegiatan berlangsung, suasana belajar terlihat kondusif. Siswa duduk rapi, membawa mushaf atau buku Iqra’, dan mengikuti arahan dengan serius. Interaksi yang komunikatif antara penyuluh dan siswa membuat proses pembelajaran terasa hangat, tertib, dan penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan literasi Al-Qur’an di kalangan pelajar semakin meningkat serta mampu membentuk generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan cinta terhadap Al-Qur’an.