Jakarta (Humas Kemenag DKI) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Adib, secara resmi membuka Gebyar Sembako Ramadan dan Kue Lebaran yang digelar di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta.
Kegiatan yang berlangsung mulai 15 – 17 Maret menghadirkan berbagai kebutuhan pokok, makanan khas Ramadan, serta aneka kue Lebaran dengan harga yang relatif terjangkau bagi masyarakat.
Kakanwil menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyemarakkan syiar Ramadan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Alhamdulillah pagi hari ini kita dapat menyaksikan kegiatan yang berpihak pada pembangkitan ekonomi umat melalui Gebyar Sembako Ramadan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat, mulai dari BUMD hingga para pelaku UMKM,” ujar Adib, Senin (16/3).
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar pasar murah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Kementerian Agama untuk memanfaatkan kegiatan tersebut.
“Kami menginformasikan kepada keluarga besar Kementerian Agama, mulai dari penyuluh agama, penghulu, siswa madrasah, hingga para orang tua, bahwa di Kanwil Kemenag DKI Jakarta sedang berlangsung Gebyar Sembako Ramadan. Silakan dimanfaatkan untuk memperoleh berbagai kebutuhan dengan harga yang relatif terjangkau,” katanya.
Lanjutnya, Adib menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di lingkungan Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Kedepan, kegiatan serupa diharapkan dapat diselenggarakan lebih besar dengan melibatkan lebih banyak pihak.
“Insyaallah ke depan kegiatan ini akan direncanakan lebih baik lagi dengan partisipasi yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Gebyar Sembako Ramadan yang merupakan hasil kerja sama antara Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dengan Komite Pedagang Pasar (KPP) serta sejumlah pihak, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jakarta. Serta melibatkan komunitas pedagang dari berbagai pasar tradisional di Jakarta.
“Komite Pedagang Pasar memiliki jaringan di 114 pasar tradisional dari lima wilayah kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta. Melalui kolaborasi ini, kami berharap kegiatan Gebyar Ramadan semakin meriah dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelas Adib.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang pertemuan antara pedagang dan masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi umat selama bulan Ramadan.
“Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan keberkahan bagi kita semua, khususnya bagi para pedagang yang telah berpartisipasi sehingga dagangannya dapat terjual dengan baik,” pungkasnya.