Berita

Dari Konsistensi Menuju Prestasi, Kirana Salwa Hanifah Raih Medali Emas Nasional AKSI 2026

Rabu, 12 Agustus 2026
Dibaca 18 kali
blog

Jakarta, (Humas Kankemenag Kota jakarta Timur) - Di balik setiap prestasi gemilang, selalu ada cerita tentang kerja keras, doa, dan tekad yang tak pernah padam. Hal itulah yang tergambar dari perjalanan Kirana Salwa Hanifah, siswi kelas 9.4 MTsN 21 Jakarta yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS. Berkat ketekunan dan semangat belajarnya, Hani, sapaan akrabnya berhasil mengharumkan nama sekolah dengan meraih medali emas tingkat nasional pada Ajang Kompetisi Sains Indonesia (AKSI) 2026 bidang Bahasa Inggris.

 

Prestasi tersebut menjadi momen yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di tengah persaingan ketat peserta dari berbagai daerah di Indonesia, Hani mampu tampil maksimal hingga berhasil berdiri di podium tertinggi.

 

"Perasaan saya tentu sangat bersyukur, bahagia, dan terharu. Sama sekali tidak menyangka bisa membawa pulang medali emas di tingkat nasional," ungkapnya dalam wawancara tertulis bulan lalu, tepatnya pada Rabu (27/7/2026)

 

Saat pengumuman resmi dirilis melalui laman penyelenggara, Hani langsung larut dalam rasa syukur. Ia melakukan sujud syukur sebelum memeluk sang ibu. Momen itu menjadi salah satu kenangan paling berharga dalam perjalanan prestasinya.

 

Ketertarikan Hani terhadap Bahasa Inggris berawal dari pandangannya bahwa bahasa tersebut merupakan jendela menuju dunia. Baginya, kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya membuka peluang akademik, tetapi juga memperluas wawasan budaya dan komunikasi dengan masyarakat internasional.

 

Keinginannya untuk terus berkembang membuat Hani mulai mengikuti berbagai kompetisi Bahasa Inggris sejak awal duduk di kelas IX. Awalnya ia hanya ingin menambah pengalaman, namun dari satu perlombaan ke perlombaan berikutnya tumbuh motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

 

Persiapan menghadapi AKSI 2026 pun dijalaninya dengan penuh disiplin. Setiap hari ia meluangkan waktu sekitar satu hingga dua jam di luar kegiatan sekolah untuk berlatih soal, membaca berbagai referensi, melatih kemampuan menulis, hingga mengikuti simulasi ujian. Menurutnya, konsistensi jauh lebih penting daripada belajar dalam waktu lama tetapi tidak rutin.

 

Materi Reading Comprehension, Grammar and Structure, serta Analytical Thinking menjadi tantangan tersendiri. Bagian-bagian tersebut membutuhkan ketelitian tinggi sehingga ia menerapkan strategi belajar berbasis evaluasi. Setiap kesalahan yang ditemukan tidak dibiarkan berlalu begitu saja, tetapi dipelajari kembali hingga benar-benar dipahami agar tidak terulang.

 

Keberhasilan Hani tentu tidak diraih seorang diri. Ia mengakui dukungan terbesar datang dari kedua orang tua, guru pembimbingnya, Miss Ria, serta seluruh keluarga besar MTsN 21 Jakarta. Orang tua selalu memberikan doa dan memenuhi kebutuhan belajarnya, sementara guru dan pihak sekolah memberikan bimbingan, motivasi, serta dispensasi waktu selama masa persiapan kompetisi.

 

Bagi Hani, motivasi terbesar adalah membanggakan kedua orang tua dan membawa nama baik MTsN 21 Jakarta di tingkat nasional. Meski demikian, perjalanan menuju prestasi bukan tanpa hambatan. Tantangan terbesar justru datang dari dirinya sendiri, yaitu melawan rasa malas dan kejenuhan saat harus membagi fokus antara tugas sekolah dan persiapan lomba.

 

Ketika rasa gugup datang menjelang perlombaan, Hani memiliki cara sederhana namun efektif untuk menenangkan diri. Ia selalu memulai dengan berdoa, menarik napas dalam-dalam, lalu menanamkan keyakinan bahwa tujuan utamanya adalah memberikan usaha terbaik, bukan semata-mata mengejar kemenangan.

 

Di luar dunia akademik, Hani tetap menyempatkan diri menikmati hobinya seperti membaca novel, mendengarkan musik, dan bermain basket. Menurutnya, menjaga keseimbangan antara belajar dan beristirahat menjadi kunci agar tidak mengalami kelelahan mental. Ia menerapkan jadwal harian dan menentukan skala prioritas untuk mengatur seluruh aktivitasnya.

 

Bagi Hani, medali emas yang kini berhasil diraih bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan ketekunan mampu mengantarkan seseorang meraih impian. Setelah lulus dari MTsN 21 Jakarta, ia bercita-cita melanjutkan pendidikan di SMA favorit dan kelak menjadi seorang dokter kecantikan.

 

Di akhir wawancara, Hani menyampaikan pesan bagi teman-teman seusianya yang ingin berprestasi, khususnya di bidang Bahasa Inggris.

 

"Jangan pernah takut salah. Bahasa adalah tentang praktik. Teruslah mencoba, sering membaca dan mendengarkan materi berbahasa Inggris, serta jangan menyerah sebelum berjuang."

 

Menurutnya, ada tiga kunci utama untuk meraih prestasi di tingkat nasional, yaitu konsisten dalam berlatih, memiliki mental yang tangguh, serta selalu mengiringi setiap usaha dengan doa dan restu dari orang tua maupun guru.

 

Prestasi Kirana Salwa Hanifah membuktikan kalau keberhasilan bukanlah hasil dari keberuntungan semata. Di balik medali emas yang kini menghiasi perjalanan hidupnya, terdapat dedikasi, disiplin, dukungan keluarga, dan semangat pantang menyerah. Kisah Hani menjadi inspirasi bahwa setiap mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang berani berusaha, terus belajar, dan tidak pernah berhenti percaya pada kemampuannya. (Ea)

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor