Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Untuk memastikan kualitas pelayanan sesuai standar, memperkuat kinerja penyuluh, dan mengawal program revitalisasi KUA sebagai pusat layanan umat, hari ini Seksi Bimas Islam Kankemenag Kota Jakarta Utara kembali mengadakan supervisi triwulan IV bulan Oktober November, dan Desember Tahun 2025 pada Kamis, [22/1/2026].
Monitoring dan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai layanan dan administrasi, termasuk pelayanan nikah-rujuk, bimbingan perkawinan dan keluarga sakinah, bimbingan kemasjidan, konsultasi syariah, zakat & wakaf, penerangan agama, hingga pengelolaan data dan ketatausahaan di KUA Kec. Pademangan ini dipimpin oleh Kasi Bimas Islam, Sapto Udiyono.
Sapto Udiyono dalam keterangan mengatakan bahwa kegiatan yang berdasarkan Kepdirjen Bimas Islam Nomor DJ.III /600/ Tahun 2016 berfokus pada evaluasi pelaksanaan layanan nikah dan rujuk, kelengkapan administrasi (Akta Nikah, Model NB, Kitir N-1 s/d N-7) dan kepatuhan pada prosedur standar.
Sapto juga memastikan tersampaikannnya bimbingan penguatan kinerja Penyuluh Agama, pelaporan kegiatan penyuluhan, dan inovasi program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan ini mencakup Kepala KUA, Penghulu, dan Penyuluh untuk mengatasi kendala teknis dan administratif.
"Secara umum pelaksanaan monev berjalan lancar. Meskipun terdapat kendala eksternal berupa banjir sebanyak 2x, namun tidak berpengaruh besar terhadap kinerja atau tata kelola layanan," imbuh Sapto.
Ia menuturkan, administrasi layanan, pelaksanaan program serta komitmen pegawai KUA Pademangan pada supervisi terjaga sesuai prosedur yang ada. "Tinggal mitigasi resiko perlindungan arsip dan dokumen akibat banjir dan penyesuaian sarana prasarana agar lebih aman ke depannya," pungkas Sapto.
Senada dengan Sapto, Kepala KUA Kec. Pademangan, Thowilan mengatakan, banjir di awal tahun 2026 memberikan dampak besar terhadap ikhtiar optimalisasi layanan KUA. Ia mengabarkan, selain sarana dan prasarana yang rusak akibat banjir, pelayanan sempat terhambat karena halaman KUA sempat tergenang oleh air untuk beberapa lama.
"Akibatnya, beberapa arsip/dokumen KUA ikut terendam air dan rusak. Ke depan, kita harus berinovasi agar transformasi digital di KUA berjalan dengan cepat," ujarnya.
Thowilan berharap masukan dari para pemangku kebijakan terkait masalah yang ada untuk menjaga keamanan arsip secara fisik maupun digital. Meskipun begitu Ia bersyukur supervisi berjalan dengan baik tanpa kendala berarti. "Kegiatan ini bukan sekedar evaluasi semata melainkan memberikan berbagai masukan kepada para pegawai KUA agar bisa bekerja maksimal sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya. (Z)