Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Barat) — Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Kembangan menggelar Seminar Hypnoteaching bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dengan tema “Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran dengan Hipnoterapi dalam Mengimplementasikan Pendekatan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta.” Kegiatan yang berlangsung di Aula MH. Thamrin Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Rabu (10/12/2025) ini diikuti 315 peserta dari 18 Madrasah Ibtidaiyah.
Ketua KKMI Kecamatan Kembangan, Jamaluddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi GTK madrasah ibtidaiyah dalam meningkatkan kompetensi. “Ini merupakan agenda tetap tiap dua tahun sekali,” ujarnya. Secara tidak langsung, ia menyampaikan bahwa KKMI berupaya konsisten menyediakan ruang peningkatan kompetensi bagi para guru.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Barat, Saiful Amri, turut memberikan pembinaan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Ia menyampaikan rasa bangganya kepada para guru yang disebutnya sebagai pendidik yang berperan besar dalam membentuk generasi Islam yang cerdas, penuh kasih sayang, dan toleran.
Dalam arahannya, Saiful Amri menjelaskan bahwa nilai-nilai tersebut sejalan dengan Kurikulum Berbasis Cinta. “Hal ini sejalan dengan kehadiran kurikulum berbasis cinta yang dibangun atas lima nilai utama: cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negeri,” ungkapnya.
Ia menegaskan peran penting guru sebagai murabbi yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan akhlak mulia serta nilai cinta dan karakter kebangsaan. Selain itu, Saiful Amri menjelaskan pandangannya mengenai hypnoteaching. Menurutnya, pendekatan tersebut bukan praktik mistis, melainkan metode pembelajaran yang humanis dengan dasar psikologi dan komunikasi. Pendekatan ini bertujuan menciptakan suasana belajar positif, meningkatkan fokus, mengelola emosi, serta memperkuat motivasi siswa.
“Jadi, ini salah satu dari beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengembangkan keaktifan belajar siswa, sekaligus membangkitkan minat dan motivasi siswa dalam pembelajaran,” ujarnya.
Di akhir pembinaan, Kepala Kantor berharap seminar ini memberikan manfaat praktis yang dapat diterapkan di kelas. Ia menyampaikan agar setiap ruang belajar dapat menjadi “laboratorium kebahagiaan” tempat siswa merasa nyaman, termotivasi, dan antusias dalam menuntut ilmu.
Seminar ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam meningkatkan kompetensi pendidik madrasah dan memperkuat implementasi pembelajaran yang humanis dan berkarakter.