Berita

Penyuluh KUA Kepulauan Seribu Utara Tanamkan Nilai Kepemimpinan Siswa di SMPN 133 Jakarta

Rabu, 11 Februari 2026
Dibaca 422 kali
blog

Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara kembali melanjutkan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS hari kedua di SMP Negeri 133 Jakarta, pada Rabu (11/2/2026).


Kegiatan berlangsung dengan rangkaian materi yang inspiratif dan penuh semangat. Program ini menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter sekaligus penguatan kapasitas kepemimpinan peserta didik agar mampu menjadi penggerak positif di lingkungan sekolah.


Pada sesi pertama, Penyuluh Agama Islam Doni Kuswandi Saputra menyampaikan materi bertajuk “Kepemimpinan Dasar”. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta ketegasan dalam mengambil keputusan sebagai fondasi utama seorang pemimpin.


“Seorang pemimpin bukan hanya pandai berbicara, tetapi harus berani bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Kepemimpinan dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri,” tegas Doni di hadapan peserta.


Ia juga menambahkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar posisi, melainkan proses pembentukan karakter yang konsisten.


“Kalau ingin dihargai, jadilah teladan. Tunjukkan sikap disiplin, jujur, dan mampu bekerja sama. Dari situlah kepercayaan akan tumbuh,” tambahnya.


Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Samtidar Effendy Tomagola dengan tema “Kepemimpinan dalam Islam”. Ia mengangkat nilai-nilai amanah, kejujuran, keteladanan, serta semangat melayani sebagai prinsip utama kepemimpinan yang berlandaskan akhlak mulia.


“Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah. Jabatan bukan untuk dibanggakan, melainkan untuk memberikan manfaat dan pelayanan terbaik bagi sesama,” ujar Samtidar.


Ia mengajak para peserta untuk merefleksikan makna kepemimpinan yang sesungguhnya sebagai tanggung jawab moral.


“Pemimpin yang baik bukan yang paling berkuasa, tetapi yang paling mampu menjaga amanah dan berlaku adil. Jadikan akhlak sebagai kompas dalam setiap keputusan,” pesannya.


Kegiatan semakin interaktif saat Penyuluh Agama Islam Istiana Rahma memandu sesi Focus Group Discussion (FGD). Para siswa dibagi dalam kelompok kecil untuk mendiskusikan studi kasus kepemimpinan, bertukar gagasan, serta mencari solusi bersama. Metode ini mendorong keberanian berpendapat, kemampuan berpikir kritis, dan penguatan kerja sama tim.


“Diskusi ini melatih kalian untuk saling mendengar, menghargai pendapat, dan mencari solusi bersama. Itulah esensi kepemimpinan kolaboratif,” ungkap Istiana saat memberikan arahan.


Sementara itu, untuk menjaga semangat dan kekompakan, Penyuluh Agama Islam Juhaeriyah menghadirkan sesi ice breaking dan permainan edukatif yang menyegarkan suasana. Gelak tawa dan antusiasme peserta terlihat jelas, menciptakan kebersamaan yang semakin erat.


“Kepemimpinan juga butuh kekompakan dan energi positif. Dengan kebersamaan, tim akan lebih solid dan tujuan lebih mudah tercapai,” ujar Juhaeriyah.


Secara keseluruhan, hari kedua LDKS OSIS SMPN 133 Jakarta berlangsung lancar, tertib, dan penuh makna. Melalui rangkaian materi dan praktik yang aplikatif, diharapkan para siswa mampu tumbuh menjadi pemimpin muda yang cerdas, berintegritas, serta siap membawa perubahan positif bagi sekolah dan masyarakat.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor