Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] --- Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 39 Jakarta, Siti Jubaedah menyampaikan hasil evaluasi program madrasah pada periode sebelumnya dan proyeksi untuk periode selanjutnya pada Rapat Kerja MTs Negeri 39 Jakarta Tahun Pelajaran 2026-2027 baru-baru ini. Jum'at, [10/7/2026].
Rapat Kerja yang berlangsung selama 2 hari di Aula Madrasah yaitu tanggal 9 -10 Juli 206 ini bertemakan "Menyatukan Langkah, Bersinergi, Berinovasi Untuk Mewujudkan Madrasah Berprestasi dan Berdaya Saing Global". Hadir membersamai kegiatan, Kakankemenag Kota Jakarta Utara, Kasubbag TU, seluruh GTK, Komite Madrasah dan karyawan MTsN 39 Jakarta.
"Alhamdulillah meskipun belum seutuhnya, kami terus berupaya memberikan yang terbaik agar madrasah diakui minimal sebagai lembaga pendidikan yang dibutuhkan masyarakat saat ini," buka Juabedah dalam laporannya.
Jubaedah menyampaikan bahwa MTsN 39 Jakarta saat ini berada di posisi ke-4 sebagai peserta didik berprestasi di Indonesia yang ditetapkan oleh Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) 2026. Hal ini menempatkan madrasah yang dipimpinnya sebagai salah satu sekolah paling kompetitif di tingkat nasional.
Dia juga melaporkan bahwa tiga siswa MTsN 39 berhasil melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia [MAN IC] Pekalongan melalui jalur prestasi [juara OMI IPS tingkat nasional], adapun dua siswa lainnya masuk ke MAN IC Pasuruan dan MAN IC Ogan Komering Ilir, Riau melalui jalur test.
"Kami akan terus berkoordinasi untuk mendapatkan madrasah-madrasah terbaik Kementerian Agama untuk pendidikan lanjutan peserta didik kami," imbuh Kamad.
Masih soal prestasi, Jubaedah mengabarkan terdapat 105 peserta didik yang melanjutkan pendidikan di berbagai MAN/sekolah umum negeri terbaik di tahun ini melalui jalur prestasi. Meskipun pihak madrasah telah berusaha maksimal meyakinkan agar madrasah menjadi pilihan utama, namun karena ketatnya seleksi, akhirnya mereka memutuskan memilih sekolah selain madrasah.
"Insya Allah, selama sekolah yang dituju bisa menjadi wadah untuk mengembangkan bakat minat dan kompetesi siswa," ujar Kamad berharap.
Jubaedah menegaskan bahwa program madrasah di tahun sebelumnya yaitu One Student One Achievement (satu siswa satu prestasi) sudah tidak berlaku, digantikan dengan program One Student More Achievement (satu siswa banyak prestasi). Hal ini diyakini bisa membuka peluang masa depan yang lebih luas, seperti mempermudah akses beasiswa dan penerimaan di perguruan tinggi favorit.
"Di tahun ini kami berharap satu siswa memiliki lebih banyak prestasi sesuai dengan kebutuhannya untuk bisa bersaing dengan sekolah lain baik prestasi akademik, non akademik maupun non kejuaraan semisal Pasukan Garuda yang merupakan capaian siswa di luar perlombaan," pungkas Siti Jubaedah.
Berbagai laporan capaian siswa dan madrasah lainnya oleh Kamad Siti Jubaedah dalam Rapat Kerja bertujuan untuk memenuhi akuntabilitas publik dan transparansi selain memastikan manajemen berjalan sesuai standar, dan menjadi dasar perbaikan mutu pendidikan berkelanjutan di MTsN 39 Jakarta.