Jakarta [Humas Kankemenag Jakarta Utara] — Dalam rangka memperkuat pembinaan moral dan spiritual bagi warga binaan, para Penyuluh Agama Islam dan Kristen dari Kankemenag Kota Jakarta Utara melaksanakan bimbingan rohani bagi tahanan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (2/11/2025). Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata Kementerian Agama dalam memberikan layanan pembinaan keagamaan lintas umat, agar para tahanan memiliki harapan baru dan kesiapan kembali hidup bermasyarakat.
Salah satu Penyuluh Agama Islam, Robiatul Adawiyah, mengatakan bahwa program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran spiritual serta mendorong para tahanan untuk memperbaiki diri setelah menjalani hukuman. "Membantu para tahanan untuk memperbaiki diri, menyadari kesalahan dan menjadi manusia seutuhnya," ujarnya kepada tim Humas.
Robiatul menjelaskan, penyuluh bergantian membimbing para tahanan dengan kegiatan tadarrus Al-Qur'an, penyampaian materi akidah-akhlak, serta motivasi keagamaan. Ia bersama Siti Rahmah, Suryana, Dany Hidayat, Umiyati, Ummul Barqi, Agus Ariyanto, dan Ahmad Farhan mengisi sesi pembinaan secara terjadwal. Menurutnya, pembinaan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para tahanan untuk mencegah diri dari tindakan pidana serupa di kemudian hari. "Kami berupaya menumbuhkan kesadaran spiritual, mendorong pertaubatan, hingga mereka benar-benar siap memperbaiki diri," lanjutnya.
Dukungan pembinaan juga diberikan oleh Penyuluh Kristen, Glen B. Paais bersama Melgia N. Soukotta, Mariam Bansaga, dan Edith N. Nona. Mereka memberikan siraman rohani bagi empat warga binaan melalui firman Tuhan, doa bersama, dan penyampaian motivasi mental. "Kami hadir dengan senang hati membawa terang firman Tuhan dan menyirami rohani para tahanan dengan ajaran kasih dan kebenaran Alkitab," tutur Glen.
Glen berharap para warga binaan dapat bangkit secara mental dan spiritual, serta kembali menjadi pribadi yang bermanfaat ketika kembali ke lingkungan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Polres Pelabuhan Tanjung Priok yang telah memberikan ruang bagi kegiatan pembinaan lintas agama tersebut. "Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan kepada kami para Penyuluh Agama untuk berbuat baik bagi warga binaan," ujarnya.
Program pembinaan rohani ini menjadi bukti komitmen Kementerian Agama dalam memperluas layanan pembinaan keagamaan secara inklusif dan humanis, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan moral untuk bangkit kembali.