Berita

Penyuluh Agama Ingatkan Pentingnya Doa di Akhir Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026
Dibaca 434 kali
blog

Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) — Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Utara, Samtidar Effendy Tomagola, mengingatkan umat Islam untuk memperbanyak doa di penghujung bulan suci Ramadan sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah.

 

Pesan tersebut disampaikan saat mengisi kajian keagamaan dalam program Syiar Ramadan menjelang imsak di Radio Republik Indonesia Pro3 Jakarta, Rabu (18/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyiaran dakwah yang menjangkau masyarakat luas melalui media publik.

 

Dalam tausiyahnya, Samtidar menekankan bahwa akhir Ramadan merupakan momentum penting untuk memanjatkan doa dan harapan kepada Allah SWT. Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan doa khusus yang dianjurkan diamalkan pada hari-hari terakhir Ramadan.

 

“Janganlah Engkau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai yang terakhir, maka jadikanlah aku termasuk orang yang Engkau sayangi, bukan yang Engkau jauhi,” ujarnya mengutip riwayat dari Jabir bin Abdullah.

 

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian ibadah selama Ramadan, seperti puasa, salat, dan tilawah Al-Qur’an, merupakan bekal spiritual yang perlu disempurnakan dengan doa. Doa, menurutnya, menjadi sarana utama untuk memohon agar ibadah yang telah dilakukan dapat diterima.

 

“Wahai Tuhan kami, terimalah puasa kami, salat kami, rukuk kami, sujud kami, dan tilawah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, Samtidar menyampaikan bahwa doa di akhir Ramadan mencerminkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT. Ia menuturkan bahwa momen tersebut juga menjadi kesempatan untuk memohon rahmat, ampunan, serta harapan agar dapat kembali bertemu Ramadan di masa mendatang.

 

Ia juga mengutip pandangan para ulama dari berbagai mazhab terkait keutamaan doa di akhir Ramadan. Dalam mazhab Hanafi, doa pada waktu tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikabulkan, sementara mazhab Maliki menekankan pentingnya keikhlasan dan ketundukan dalam berdoa.

 

Selain itu, dalam mazhab Syafi’i sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Umm, Rasulullah SAW dikenal sering memperbanyak doa di penghujung Ramadan. Adapun mazhab Hambali menganjurkan doa dilakukan dengan penuh kekhusyukan, terutama setelah salat malam atau saat sahur terakhir.

 

Menurut Samtidar, akhir Ramadan juga menjadi waktu refleksi diri agar umat Islam tidak termasuk golongan yang merugi. Ia menegaskan pentingnya rasa syukur atas kesempatan menjalankan ibadah selama satu bulan penuh.

 

“Ramadan adalah bulan penuh ampunan. Sangat merugi jika kita melewatinya tanpa mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” tegasnya.

 

Ia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan memperbanyak doa dan introspeksi diri sebagai bentuk ikhtiar spiritual.

 

“Marilah kita manfaatkan momen akhir Ramadan ini dengan memperbanyak doa kepada Allah SWT, agar kita senantiasa diberi rahmat, ampunan, dan difitrahkan kembali dalam keadaan suci,” pungkasnya.

 

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama terus mendorong penguatan bimbingan keagamaan kepada masyarakat, termasuk melalui media penyiaran, guna meningkatkan kualitas ibadah dan kesadaran spiritual umat Islam.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor