Jakarta (Humas Kanwil Kemenag DKI) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan bahwa Dewan Masjid Indonesia (DMI) memiliki peran strategis dalam membantu tugas-tugas pembinaan umat, khususnya melalui penguatan fungsi masjid di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Adib saat memberikan sambutan pada kegiatan tasyakuran Milad Ke-54 Dewan Masjid Indonesia Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, kehadiran DMI selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam memakmurkan masjid dan memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat.
“Kehadiran DMI bagi Kementerian Agama sangat penting. Sebab, sebagian besar tugas-tugas Kementerian Agama, terutama pembinaan umat, berada di masjid, musala, dan rumah-rumah ibadah,” ujar Adib, Rabu (24/06)
Adib menyampaikan apresiasi kepada DMI Provinsi DKI Jakarta yang dinilainya terus bergerak progresif dalam membina dan memberdayakan masjid. Ia menegaskan, Kanwil Kemenag DKI Jakarta akan terus bergandengan tangan dengan DMI dalam berbagai program kemasjidan dan keumatan.
“Di mana ada DMI, di situ Kanwil Kementerian Agama akan terus bersama-sama. Kita ingin masjid-masjid di DKI Jakarta semakin makmur, berdaya, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Adib juga menyoroti pentingnya penguatan pemberdayaan umat melalui lembaga zakat berbasis masjid. Ia menilai, masjid merupakan pintu masuk yang sangat strategis untuk membangun kemandirian sosial dan ekonomi umat.
Adib mencontohkan program kampung zakat di Kepulauan Seribu yang telah menunjukkan dampak positif bagi masyarakat sekitar masjid. Menurutnya, jika wilayah Kepulauan Seribu mampu mengembangkan gerakan zakat berbasis masjid, maka wilayah kota lainnya di Jakarta juga semestinya dapat melakukan hal serupa.
“Kalau Kepulauan Seribu saja bisa, maka kota-kota lain di Jakarta harus lebih bisa. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk mengaktifkan lembaga-lembaga zakat di masjid melalui sinergi bersama DMI,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Adib mengingatkan bahwa masjid tidak boleh hanya dipahami sebagai tempat ibadah ritual semata. Sejak zaman Rasulullah SAW, kata dia, masjid telah menjadi pusat peradaban Islam, tempat berbagai kepentingan umat dibicarakan, dikelola, dan dicarikan solusinya.
“Masjid adalah pusat peradaban. Di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan global yang semakin besar, menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat adalah langkah yang sangat penting,” katanya.
Adib berharap, pada usia ke-54, DMI semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai penggerak kemakmuran masjid. Ia juga berharap DMI terus hadir memberikan manfaat bagi umat, khususnya dalam memperkuat peran masjid-masjid di DKI Jakarta.
“Selamat Milad Ke-54 Dewan Masjid Indonesia. Semoga DMI semakin dirasakan manfaatnya oleh umat, dan masjid-masjid kita semakin berdaya,” pungkasnya.
Turut hadir Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta KH. Ma’mun Al-Ayubi, Kepala Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta Fajar Eko Satrio, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Fredy Setiawan, perwakilan Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta KH Abi Iwanudin, Kepala UPK PPIJ Enggar Ferry Bibowo, serta para tamu undangan lainnya.