Jakarta (Humas MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif) — MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif Jakarta menggelar Pembekalan Fashohah Guru sebagai upaya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an dan memperkuat kompetensi keagamaan tenaga pendidik. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) DKI Jakarta, Kiai Fahmi, tersebut berlangsung pada Selasa (23/6/2026) dan diikuti seluruh guru dengan antusias.
Pembekalan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam membangun budaya Qur’ani yang kuat di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, para guru mendapatkan penguatan pemahaman dan praktik membaca Al-Qur’an secara fasih, benar, serta sesuai dengan kaidah tajwid.
Dalam pemaparannya, Kiai Fahmi menegaskan bahwa guru madrasah memiliki peran strategis sebagai teladan dalam pembelajaran Al-Qur’an. Karena itu, peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an harus terus dilakukan agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif dan mampu memberikan dampak positif bagi peserta didik.
“Al-Qur’an harus dibaca dengan benar sebagaimana diturunkan. Guru madrasah memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh bagi peserta didik. Karena itu, memperbaiki fashohah bukan hanya kebutuhan pribadi, tetapi juga amanah pendidikan,” ujar Kiai Fahmi.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting dalam fashohah, antara lain makharijul huruf, sifatul huruf, ketepatan panjang pendek bacaan, hingga penghayatan dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selain mendapatkan materi teori, peserta juga mengikuti sesi praktik membaca secara langsung yang disertai koreksi dan masukan dari narasumber.
Suasana pembekalan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para guru aktif berdiskusi serta memanfaatkan kesempatan untuk memperbaiki kualitas bacaan mereka. Kegiatan ini dinilai memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan tilawah sekaligus memperkuat kepercayaan diri guru saat mengajar.
Kepala MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif, Faizah, menyampaikan apresiasi kepada JQH DKI Jakarta atas dukungan yang diberikan dalam penguatan kompetensi guru madrasah. Menurutnya, kualitas bacaan Al-Qur’an pendidik menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pembelajaran keagamaan yang berkualitas.
“Guru merupakan teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, kualitas bacaan Al-Qur’an guru harus terus ditingkatkan. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya Al-Qur’an di MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran keagamaan,” ungkap Faizah.
Pembekalan fashohah ini merupakan bagian dari program penguatan keagamaan yang secara rutin dilaksanakan madrasah bekerja sama dengan JQH DKI Jakarta. Melalui program tersebut, madrasah berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang religius, berkarakter, dan berorientasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia.
Dengan peningkatan kompetensi guru dalam membaca Al-Qur’an, MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif optimistis dapat terus memperkuat budaya Qur’ani di lingkungan madrasah serta melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an. (Humas)