Berita
Berita

Nada-Nada Kebangsaan yang Tumbuh di Pagi MIN 17 Kepulauan Seribu

Kamis, 15 Januari 2026
Dibaca 27 kali
blog

Nada-Nada Kebangsaan yang Tumbuh di Pagi MIN 17 Kepulauan Seribu. Kamis,(15/1/2026.

Jakarta (Humas MIN 17 Kepulauan Seribu) --- Kamis pagi di MIN 17 Kepulauan Seribu selalu datang dengan cara yang berbeda. Sebelum suara bel memanggil siswa ke ruang kelas, halaman sekolah lebih dulu dipenuhi barisan kecil yang berdiri tegap. Seragam hijau putih tersusun rapi, wajah-wajah polos menatap ke depan, dan perlahan lantunan lagu kebangsaan mengalun, menyatu dengan semilir angin dan rindangnya pohon kelapa di sekitar sekolah. Kamis, (15/1/2026).

 

Di halaman madrasah inilah seluruh siswa MIN 17 Kepulauan Seribu berkumpul setiap Kamis pagi. Tanpa paksaan, mereka berbaris bersama, menyanyikan lagu-lagu nasional sebagai pembuka hari. Kegiatan sederhana ini telah menjadi rutinitas yang dinanti, sebuah jeda hening sebelum pelajaran dimulai, tempat nilai kebangsaan disemai dengan cara yang lembut namun bermakna.

 

Di balik barisan siswa, Korbid Kesiswaan MIN 17 Kepulauan Seribu, Sulha, berdiri mengamati dengan penuh harap. Baginya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas. “Kami ingin anak-anak tumbuh tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan rasa cinta pada bangsanya. Dari lagu-lagu nasional inilah karakter, disiplin, dan kebanggaan sebagai anak Indonesia perlahan ditanamkan,” tuturnya lirih namun penuh keyakinan.

 

Para guru Rumanah, Sukan, dan Moh. Alwi setia mendampingi kegiatan ini setiap pekan. Mereka berdiri di sisi lapangan, memastikan barisan tetap rapi, namun lebih dari itu, mereka menjadi saksi tumbuhnya kebersamaan. Di momen-momen inilah, guru dan murid menyatu dalam satu suara, satu irama, dan satu semangat yang sama.

 

Di antara barisan itu, Zahra, Safa, Haura, dan Delisa, siswi kelas 4, berdiri sejajar dengan teman-temannya. Suara mereka mungkin belum lantang, namun semangatnya terasa. Delisa tersenyum kecil usai kegiatan. “Kalau nyanyi bareng-bareng rasanya senang. Jadi semangat belajar dan lebih hafal lagu-lagu nasional,” katanya polos, seolah tak menyadari bahwa kata-katanya menyimpan makna yang begitu dalam.

 

Kegiatan menyanyikan lagu-lagu nasional ini dilaksanakan setiap Kamis pagi sebelum pelajaran dimulai. Di sinilah nilai nasionalisme diperkenalkan bukan melalui ceramah panjang, melainkan melalui kebiasaan kecil yang diulang dengan penuh ketulusan berbaris rapi, menyanyi bersama, dan saling menghormati.

 

Di bawah langit pagi Kepulauan Seribu, MIN 17 menanamkan cinta tanah air dengan cara yang sederhana namun menggetarkan hati. Dari halaman sekolah ini, dari suara-suara kecil yang bernyanyi serempak, harapan besar dititipkan: agar kelak, ketika mereka tumbuh dewasa, lagu-lagu itu tak hanya diingat, tetapi juga hidup dalam sikap dan tindakan mereka sebagai anak bangsa. (j)

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor