Jakarta (Humas MTsN 39 Jakarta) — Madrasah Tsanawiyah Negeri 39 Jakarta menerima penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Administrasi Jakarta Tahun 2025 dari Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Utara. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Utara dan diterima langsung oleh Kepala MTsN 39 Jakarta, Siti Jubaedah, Selasa (3/2/2026).
MTsN 39 Jakarta ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata atas konsistensinya dalam menerapkan budaya peduli lingkungan di lingkungan madrasah. Program tersebut mendorong seluruh warga madrasah untuk menjaga kebersihan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembiasaan sehari-hari.
Kepala MTsN 39 Jakarta, Siti Jubaedah, menyampaikan bahwa program Adiwiyata sejalan dengan upaya madrasah dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, “Madrasah diharapkan mampu mewujudkan Madrasah Adiwiyata yang membentuk karakter peserta didik agar peduli dan cinta lingkungan,” ujar Siti Jubaedah.
Ia menjelaskan bahwa penetapan MTsN 39 Jakarta sebagai Sekolah Adiwiyata melalui proses penilaian yang ketat. Menurutnya, terdapat sejumlah indikator yang harus dipenuhi sebelum dilakukan penilaian oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup, “Ada sekitar 29 indikator penilaian yang harus dipenuhi, antara lain pemilahan sampah, penghijauan, pembuatan kompos, dan program lingkungan lainnya,” jelasnya.
Siti Jubaedah menambahkan bahwa penghargaan tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter seluruh sivitas madrasah dalam menjaga lingkungan yang bersih dan sehat. Ia juga menyampaikan kesiapan MTsN 39 Jakarta untuk melangkah ke tahapan penilaian berikutnya di tingkat Provinsi dengan dukungan seluruh pihak terkait, “Insya Allah kami akan terus berinovasi untuk mewujudkan madrasah yang sehat, dengan atau tanpa penghargaan, demi menumbuhkan kesadaran peserta didik dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana, Sitti Rahmah, menambahkan bahwa capaian Sekolah Adiwiyata merupakan hasil kolaborasi antara madrasah, orang tua, peserta didik, dan pengurus wilayah setempat. Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam penilaian, “Salah satu bentuk keterlibatan orang tua adalah membiasakan siswa membawa tumbler dan tempat makan, serta ikut kerja bakti membersihkan lingkungan madrasah secara rutin,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa seluruh unsur madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru dan tenaga kependidikan, siswa, hingga komite madrasah, turut berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan lingkungan warga di sekitar madrasah.
Program Sekolah Adiwiyata yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ini bertujuan membentuk satuan pendidikan yang peduli dan berbudaya lingkungan. Capaian MTsN 39 Jakarta ini menjadi bagian dari kontribusi Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat.