Jakarta (Humas MIN 9 Jakarta) — MIN 9 Jakarta Selatan kembali mengukuhkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini melalui kegiatan Jumat Literasi yang digelar serentak pada Jumat, 21 November 2025. Bertempat di Lapangan MIN 9 Jakarta Selatan, sebanyak 576 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat.
Setiap siswa membawa buku fiksi atau nonfiksi yang kaya pengetahuan. Menariknya, sebelum kegiatan membaca dimulai, para siswa diwajibkan menukar buku secara silang dengan teman sekelas mereka. Buku-buku tersebut telah dibungkus dengan sampul coklat dari rumah, sehingga menambah unsur kejutan dan rasa penasaran. Selama 15 menit, suasana lapangan berubah menjadi lautan keheningan penuh konsentrasi ketika seluruh siswa asyik membaca buku yang baru mereka dapatkan dari teman.
Kegiatan ini dibuka oleh Khuzaimah, selaku penanggung jawab kegiatan. Dalam sambutannya, ia memberikan pesan penting mengenai penggunaan gadget. “Anak-anak harus berhati-hati dengan gadget. Efek buruknya bisa lebih besar jika tidak digunakan dengan bijak. Jadikan handphone sebagai teman belajar untuk menggali ilmu pengetahuan, bukan hanya untuk bermain media sosial,” pesannya.
Ia juga menegaskan pentingnya membaca buku fisik karena lebih aman dan membantu siswa lebih fokus dan memahami isi bacaan secara mendalam.
Untuk memperkuat teladan, para guru dan tenaga kependidikan juga turut membaca buku bersama siswa. Mereka duduk di lapangan, mendampingi dan memberi contoh bahwa kebiasaan membaca adalah budaya baik yang harus terus dijaga.
Usai membaca, sejumlah siswa dari tiap level dipanggil ke depan untuk menceritakan kembali isi buku yang mereka baca. Kegiatan ini berlangsung seru dan mengasyikkan. Anak-anak tampak percaya diri dan antusias berbagi cerita, menandakan bahwa kegiatan literasi ini benar-benar memberi pengalaman bermakna.
Acara semakin istimewa dengan adanya pengumuman launching buku karya tiga siswi kelas 6 ykni Khadziya Eshmaal Thufailah Priyawan dan Aqila Amila Rahmah sebagai penulis novel dan Ranessa Salwa Zelvanya sebagai penulis komik.
Ketiganya berhasil membuat karya kreatif yang rencananya akan resmi dilaunching dan di cetak buku ber ISBN pada bulan Desember mendatang. Bakat mereka menjadi bukti kuat bahwa literasi di MIN 9 Jakarta Selatan berkembang subur dan melahirkan generasi muda yang kreatif.
“Saya sangat bangga dengan kegiatan hari ini. Melihat ratusan siswa membaca bersama adalah pemandangan yang luar biasa. Apalagi kita punya tiga penulis cilik dari kelas 6 yang karyanya siap diterbitkan. Ini menunjukkan bahwa budaya literasi di MIN 9 Jakarta Selatan bukan hanya slogan, tetapi benar-benar hidup. Kami berharap kegiatan seperti ini terus memotivasi anak-anak untuk menulis, membaca, dan berkarya lebih jauh,” ujar Nony Priany, Kepala MIN 9 Jakarta Selatan.
“Anak-anak kelas 1 sangat antusias karena ini pengalaman pertama mereka membaca bersama seluruh sekolah. Mereka senang bisa bertukar buku dan menemukan cerita baru. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membiasakan mereka mencintai buku sejak awal,” ungkap Masenun, salah satu wali kelas
“Saya sangat senang bisa menulis novel pertama saya. Awalnya saya mengikuti audisi panen buku yang diadakan oleh diknas, dan saya mulai menulis dengan banyak pesaing dari sekolah dasar lainnya. Alhamdulillah saya bersam akedua teman saya terpilih mewakili MIN 9 dan akan memiliki buku novel karya sendiri, Saya sangat senang sekali ketika saya konsisten selama beberapa bulan akhirnya 1 karya novel saya jadi, rasanya terharu sekali, ” tutur Khadziya penuh haru.
Melalui kegiatan Jumat Literasi dan lahirnya para penulis cilik MIN 9 Jakarta Selatan, diharapkan semangat membaca dan menulis terus tumbuh di hati seluruh siswa. Tradisi literasi ini bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, karakter, dan kepercayaan diri anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. MIN 9 Jakarta Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan inspiratif agar budaya literasi benar-benar mengakar dan menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka. (NS)