Berita

MIN 5 Jakarta Tuan Rumah Workshop KBC dan Deep Learning KKM-I Koja

Ahad, 8 Februari 2026
Dibaca 30 kali
blog

Workshop KBC dan AI dalam Deep Learning di MIN 5 Jakarta

Jakarta Utara (Humas MIN 5 Jakarta) — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Jakarta menjadi tuan rumah Workshop Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKM-I) Kecamatan Koja dengan tema “Harmonisasi Hati dan Teknologi: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning dalam Pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah”, Sabtu (7/2/2026).

 

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan guru dan kepala madrasah dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta se-Kecamatan Koja. Workshop diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi pendidik madrasah dalam mengintegrasikan nilai karakter, pendekatan pembelajaran mendalam, dan pemanfaatan teknologi sesuai arah kebijakan pendidikan madrasah di lingkungan Kementerian Agama.

 

Workshop menghadirkan dua narasumber, Ade Fitriyanti dan Rojak. Kegiatan ini turut dihadiri Pengawas Madrasah Mimi Rosmiayati serta Ketua KKM-I Kecamatan Koja Zainul Muttaqin, yang menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan workshop sebagai sarana peningkatan mutu pembelajaran di madrasah.

 

Dalam paparannya, Ade Fitriyanti menekankan pentingnya madrasah membangun pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada nilai kemanusiaan dan kesejahteraan peserta didik. Ia menjelaskan bahwa pendekatan deep learning menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran melalui penanaman karakter positif dan kewargaan global, penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, serta penerapan diferensiasi pembelajaran.

 

Ade juga menyampaikan bahwa kesiapan belajar peserta didik dan kesiapan guru menjadi prasyarat utama keberhasilan pembelajaran. Menurutnya, tujuan pembelajaran perlu dirancang agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disampaikan melalui proses yang menyenangkan. Terkait pemanfaatan teknologi, ia menegaskan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan sebagai alat bantu pembelajaran. “AI bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam menyusun perangkat ajar dan membuat pembelajaran lebih menarik serta mudah dipahami peserta didik,” ujarnya.

 

Pada sesi berikutnya, Rojak memaparkan materi tentang penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah. Ia menjelaskan bahwa KBC menempatkan cinta sebagai landasan pendidikan agar peserta didik tumbuh dengan karakter kuat, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual. Lima pilar utama KBC yang disampaikan meliputi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta tanah air, serta cinta kepada diri sendiri dan sesama.

 

Rojak juga mengajak para guru menanamkan nilai spiritual dalam pembelajaran sehari-hari. “Dalam setiap aktivitas kehidupan terdapat proses panjang yang melibatkan banyak pihak dan berlangsung atas izin Allah. Kesadaran ini perlu ditanamkan kepada peserta didik sebagai bagian dari pendidikan berbasis cinta,” ungkapnya.

 

Kegiatan workshop berlangsung dengan partisipasi aktif peserta melalui sesi diskusi dan berbagi praktik pembelajaran. Melalui kegiatan ini, KKM-I Kecamatan Koja bersama madrasah berharap para guru Madrasah Ibtidaiyah semakin siap mengembangkan pembelajaran abad ke-21 yang adaptif terhadap teknologi, sekaligus tetap menguatkan nilai karakter dan kemanusiaan bagi peserta didik.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor