Jakarta (Humas MIN 11 Jakarta Barat) — MIN 11 Jakarta Barat terus menggiatkan kegiatan keagamaan rutin setiap Jumat sebagai bagian dari pembinaan karakter spiritual peserta didik. Kegiatan tersebut meliputi pembacaan Surah Yasin, salat Dhuha berjamaah, serta nonton bareng (nobar) kultum Ramadan 1447 H yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru di lingkungan madrasah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan Yasin bersama, kemudian dilanjutkan dengan salat Dhuha berjamaah. Setelah itu, para siswa dan guru mengikuti nobar kultum Ramadan yang menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan selama bulan suci. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin sebagai upaya menanamkan nilai religius dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Pada kesempatan tersebut, kultum disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, dengan tema “Menjadikan Madrasah sebagai Rumah Spiritual yang Nyaman bagi Pelajar Jakarta”.
Dalam tausiyahnya, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa madrasah memiliki peran penting sebagai lembaga pendidikan yang membangun peradaban melalui keteladanan dan nilai cinta. Ia menegaskan bahwa madrasah harus mampu menjadi tempat yang menyeimbangkan pencapaian ilmu pengetahuan dengan pembinaan akhlak, “Madrasah harus menjadi rumah spiritual yang nyaman. Guru memuliakan profesinya, dan murid menghormati gurunya. Dari situlah lahir pendidikan yang beradab,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa integritas peserta didik tumbuh dari dalam diri, sehingga pendidikan di madrasah perlu diperkuat dengan pendekatan yang menanamkan nilai kasih sayang, ketulusan, dan penghormatan terhadap sesama. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari akhlak yang dimiliki siswa.
Sementara itu, Adib mengajak seluruh peserta menjadikan Ramadan sebagai momentum transformasi diri menuju pribadi yang lebih baik dan lebih bertakwa kepada Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa puasa melatih kejujuran dan kesadaran spiritual karena ibadah tersebut hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah SWT, “Ramadan menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki diri. Puasa melatih kita untuk selalu merasa diawasi Allah sehingga mampu menjauhi segala larangan-Nya,” katanya.
Melalui kegiatan Yasinan, salat Dhuha, dan nobar kultum Ramadan, MIN 11 Jakarta Barat berupaya menjadikan madrasah sebagai lingkungan pendidikan yang tidak hanya menekankan pencapaian akademik, tetapi juga pembinaan akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.