Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Madrasah Ibtidaiyah Riyadlus Shibyan Penjaringan Jakarta Utara menggelar program Gerakan Madrasah melalui Jumantik Cilik sebagai upaya menanamkan kesadaran hidup bersih dan sehat kepada peserta didik sejak dini. Kegiatan yang berlangsung belum lama ini diikuti oleh siswa kelas IV dan V serta menjadi bagian dari penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Gerakan Madrasah Sehat.
Program tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pengendalian jentik nyamuk di lingkungan sekolah maupun rumah. Dalam pelaksanaannya, para siswa dibekali pemahaman mengenai metode 3M, yaitu menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, dan mengubur barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Humas MI Riyadlus Shibyan, Ari Ardiansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah edukatif untuk membangun kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan UKS dan gerakan madrasah sehat. Kami ingin siswa memiliki kesadaran sejak dini untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari penyakit,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pendampingan langsung dari petugas kesehatan Puskesmas Penjagalan. Mereka diajak mempraktikkan cara memantau dan membersihkan jentik nyamuk yang berada di berbagai sudut ruangan, tempat penampungan air, hingga area toilet madrasah.
Ari menambahkan bahwa program Jumantik Cilik juga diarahkan untuk membentuk kader kesehatan di lingkungan sekolah yang mampu menjadi pelopor kebersihan di lingkungan masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menjadi kader Jumantik Cilik yang dapat memantau keberadaan jentik nyamuk, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal mereka,” tuturnya.
Salah satu siswi kelas V, Siti Sofiah, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman dan pengetahuan baru tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.
“Kami jadi lebih memahami bahaya penyakit DBD dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah maupun rumah. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kami,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengajarkan nilai tanggung jawab dan kerja sama antar teman dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
“Selain menambah pengetahuan tentang kesehatan, kegiatan ini juga melatih kami bekerja sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan bebas dari penyakit,” tambah Sofiah.
Melalui program Jumantik Cilik ini, MI Riyadlus Shibyan berharap dapat membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan madrasah sekaligus meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Program ini juga sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam menciptakan madrasah yang sehat, aman, dan ramah bagi peserta didik.