Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, mendorong MTs Negeri 15 Jakarta menyusun program kerja yang inovatif, terukur, dan berbasis data pada kegiatan Penyusunan dan Evaluasi Program Kerja Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kualitas perencanaan guna meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah.
Dalam arahannya, Mawardi menegaskan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi sarana strategis untuk mengevaluasi capaian program sekaligus merumuskan langkah-langkah pengembangan madrasah pada tahun ajaran berikutnya.
"Rapat kerja harus mampu menjawab dan mengevaluasi kinerja tahun kemarin," ujar Mawardi.
Kegiatan yang diikuti 55 guru dan tenaga kependidikan (GTK) serta tiga pengurus Komite Madrasah itu, menurut Mawardi, harus mampu mengidentifikasi tingkat ketercapaian program, mengukur kekuatan yang perlu dipertahankan, sekaligus menemukan berbagai kelemahan yang harus diperbaiki secara bersama-sama.
"Mampu menilai ketercapaian, kekuatan, bahkan kelemahan madrasah untuk diperbaiki bersama," tegasnya.
Lebih lanjut, Mawardi mengingatkan agar seluruh program yang disusun berorientasi pada kebutuhan nyata madrasah dan didasarkan pada data yang akurat. Dengan demikian, setiap kebijakan dan program dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran, memperkuat daya saing peserta didik, serta menghadirkan layanan pendidikan yang inovatif.
"Perencanaan dan evaluasi pembelajaran harus berjalan tepat sasaran guna meningkatkan mutu pendidikan," katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta rapat kerja menjadikan forum tersebut sebagai ruang lahirnya gagasan-gagasan baru yang mampu menjadi peta jalan (roadmap) pengembangan MTsN 15 Jakarta. Menurutnya, inovasi menjadi kunci agar madrasah mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berubah.
"Tetapkan program-program baru yang inovatif, bukan sekadar mengulang program yang sudah ada. Hadirkan pembaruan yang memberikan nilai tambah bagi madrasah," pesannya.
Mawardi menambahkan, inovasi tidak harus diwujudkan melalui program yang berskala besar, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang memberikan dampak nyata bagi peserta didik maupun masyarakat.
"Program yang sederhana tetapi berdampak langsung bagi siswa dan masyarakat akan jauh lebih baik daripada sekadar mengikuti tren tanpa arah yang jelas," pungkasnya.
Melalui penyusunan dan evaluasi program kerja ini, MTs Negeri 15 Jakarta diharapkan semakin memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan madrasah yang adaptif, inovatif, dan berkualitas. Sinergi seluruh warga madrasah menjadi modal penting untuk mewujudkan layanan pendidikan yang unggul, sekaligus mendukung visi Kementerian Agama dalam menghadirkan madrasah yang maju, bermutu, dan mendunia.