Berita

Menanam Harapan, Gibraltar Membawa Misi Hijau ke MTsN 41 Jakarta

Senin, 13 Juli 2026
Dibaca 582 kali
blog

Jakarta (Humas) — Di antara semangat ratusan peserta didik baru yang memulai perjalanan di MTsN 41 Jakarta, hadir seorang yang membawa bekal lebih dari sekadar tas dan buku pelajaran. Ia membawa mimpi, kepedulian, dan komitmen untuk menjaga bumi. Dialah Muhammad Gibraltar Elmalik, atau akrab disapa Gibral, peserta didik baru yang telah mengukir berbagai prestasi di bidang lingkungan hidup.

 

Bagi Gibral, menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan sesaat atau memenuhi tuntutan lomba. Kecintaannya terhadap alam tumbuh menjadi bagian dari kesehariannya. Baginya, perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

 

Semangat itulah yang mengantarkannya meraih berbagai penghargaan di bidang lingkungan. Salah satunya adalah menjadi Duta Perubahan Iklim dalam program Suara Anak Bangsa Peduli Perubahan Iklim (SAHABAT) yang diselenggarakan Universitas Indonesia pada tahun 2025. Amanah tersebut menjadi pengakuan atas kepeduliannya dalam mengajak generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu perubahan iklim.

 

Tak berhenti di sana, Gibral juga berhasil meraih Juara I Lomba Duta Horti Cilik pada Festival Hortikultura 2025, sebuah ajang yang mendorong generasi muda untuk semakin mengenal dan mencintai dunia pertanian serta pelestarian lingkungan.

 

“Menjadi Duta Perubahan Iklim bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga amanah. Aku ingin terus belajar dan mengajak lebih banyak anak seusiaku agar sadar bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya. 

 

Dedikasinya juga mendapat pengakuan dalam ajang International Kids Conference 2025 melalui penghargaan The Goal Striving Award atas kiprahnya sebagai Ranger Bumi yang aktif mengampanyekan aksi nyata demi bumi yang lebih berkelanjutan. Pada forum internasional tersebut, Gibral turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya peran anak-anak dalam menjaga lingkungan.

 

Pengalaman internasional lainnya ia peroleh melalui partisipasinya dalam program Happy Tapee dan Wes Anis, sebuah kegiatan yang mempertemukan anak-anak sebagai fasilitator muda dalam aktivitas lingkungan. Keterlibatan itu semakin memperluas wawasan sekaligus memperkuat keyakinannya bahwa kepedulian terhadap bumi dapat dimulai sejak usia dini.

 

Namun, prestasi Gibral tidak hanya lahir dari panggung-panggung penghargaan. Ia juga menyalurkan kepeduliannya melalui dunia literasi.

 

Dengan kreativitas yang dimilikinya, Gibral menulis buku cerita bertema lingkungan yang seluruh ilustrasinya merupakan hasil gambar tangannya sendiri. Keunikannya terletak pada media yang digunakan. Gambar-gambar tersebut dibuat di atas kertas daur ulang, kemudian dipindai (scan), disusun, dan diterbitkan menjadi sebuah buku cerita yang mengajak anak-anak mencintai alam sejak dini.

 

Melalui karya tersebut, Gibral ingin menyampaikan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu dimulai dengan aksi besar. Sebuah lembar kertas bekas pun dapat berubah menjadi media edukasi yang menginspirasi banyak orang.

 

“Aku senang bercerita melalui gambar. Karena itu aku membuat buku cerita lingkungan dengan gambar hasil karyaku sendiri di atas kertas daur ulang. Aku berharap cerita itu bisa membuat anak-anak lebih mencintai alam,” harapnya. 

 

Kini, perjalanan baru dimulai di MTsN 41 Jakarta.

 

Sebagai peserta didik baru, Gibral membawa misi sederhana namun bermakna, yakni menumbuhkan budaya peduli lingkungan di lingkungan madrasah. 

 

Ia berharap dapat mengajak teman-temannya membiasakan perilaku ramah lingkungan, mulai dari memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan barang bekas menjadi karya kreatif, hingga memperbanyak penghijauan di lingkungan sekolah.

 

Baginya, madrasah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang untuk menanamkan karakter, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap bumi.

 

“Aku akan memulai aksi dari hal kecil, seperti memilah sampah berdasarkan kategorinya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengajak teman-teman untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menurutku, perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama,” ujarnya. 

 

“Aku ingin MTsN 41 Jakarta menjadi madrasah yang hijau, bersih, dan ramah lingkungan. Semoga aku bisa berbagi pengalaman dan mengajak teman-teman untuk ikut menjaga bumi melalui kegiatan-kegiatan sederhana di sekolah,” lanjutnya.

 

Di tangan peserta didik seperti Gibral, harapan itu tumbuh. Setangkai demi setangkai, hingga kelak menjadikan madrasah sebagai rumah yang hijau, lestari, dan menginspirasi.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor