Jakarta (Humas MIN 4 Jakarta Selatan) — Bulan suci Ramadan tidak mengurangi semangat belajar peserta didik kelas VA Cambridge MIN 4 Jakarta Selatan. Justru sebaliknya, suasana pembelajaran terasa lebih hangat, interaktif, dan menyenangkan berkat penggunaan media pembelajaran yang menarik dan kreatif.
Guru mata pelajaran Sains, Andini, menghadirkan berbagai media visual dan aktivitas edukatif yang disesuaikan dengan kondisi siswa selama berpuasa. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk menyelesaikan tantangan secara kolaboratif. Mereka terlihat antusias mengikuti proses pembelajaran melalui metode interaktif, demonstrasi sederhana, serta diskusi kelompok agar konsep yang dipelajari lebih mudah dipahami.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami perbedaan antara solute (zat terlarut), solvent (pelarut), dan soluble (zat yang dapat larut) melalui contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan kontekstual, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengamati proses pelarutan secara langsung melalui percobaan sederhana yang aman dan edukatif.
Suasana kelas tampak hidup ketika siswa berdiskusi dan menyimpulkan hasil pengamatan mereka. Metode pembelajaran yang variatif membuat materi Sains terasa lebih ringan dan tidak membosankan, meskipun dilaksanakan di bulan Ramadan.
Andini menjelaskan bahwa inovasi media pembelajaran menjadi kunci agar siswa tetap semangat menjalani proses belajar di tengah ibadah puasa.
“Di bulan Ramadan, anak-anak tetap perlu suasana belajar yang menyenangkan. Karena itu, saya mencoba menghadirkan media yang variatif agar mereka tetap fokus, tidak mudah lelah, dan tetap menikmati proses belajar,” ujarnya.
Salah satu siswa, Khanza, mengaku senang dengan metode yang diterapkan. “Belajarnya seru dan tidak membosankan. Kami bisa belajar sambil bermain dan berdiskusi, jadi tetap semangat walaupun sedang puasa,” katanya.
Selain aspek akademik, Andini juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran, seperti kesabaran, kejujuran, dan kerja sama. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya menekankan pemahaman materi, tetapi juga pembentukan akhlak yang baik.