Jakarta (Humas MAN 6 Jakarta) — MAN 6 Jakarta terus memperkuat transformasi digital di lingkungan madrasah melalui kegiatan Rapat Dinas dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dengan fokus implementasi aplikasi MAGIS sebagai instrumen pengelolaan pembelajaran berbasis digital.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Wakil Kepala MAN 6 Jakarta Bidang Akademik, Aris Mulyono, serta dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 6 Jakarta, Retno Dewi Utami. Pembinaan menghadirkan narasumber Susiana Manisih yang memberikan penguatan terkait pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan pembelajaran di era digital.
Dalam sambutannya, Retno Dewi Utami menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah agar lebih terarah, efektif, terukur, dan terdokumentasi secara sistematis.
“Pemanfaatan aplikasi MAGIS diharapkan dapat membantu guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang lebih baik sekaligus mendukung proses supervisi akademik secara digital. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan,” ujar Retno.
Pada sesi pembinaan, Susiana Manisih menjelaskan bahwa aplikasi MAGIS menjadi instrumen yang dapat mempermudah guru dalam menyusun administrasi pembelajaran sekaligus mendukung proses monitoring dan evaluasi pembelajaran secara lebih efektif dan terintegrasi.
Menurutnya, pemanfaatan platform digital dalam dunia pendidikan tidak hanya membantu pekerjaan administratif guru, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran yang berdampak langsung terhadap peserta didik. Ia menilai madrasah perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Guru harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi pendidikan. Melalui aplikasi MAGIS, proses perencanaan, pelaksanaan, hingga supervisi pembelajaran dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terdokumentasi dengan baik,” kata Susiana.
Ia juga menekankan bahwa implementasi digitalisasi pembelajaran melalui aplikasi MAGIS dapat memperkuat budaya kerja profesional di lingkungan madrasah. Dokumentasi pembelajaran yang tertata dinilai akan memudahkan evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Aris Mulyono menyampaikan bahwa kegiatan rapat dinas dan pembinaan GTK menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh tenaga pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Implementasi MAGIS diharapkan dapat semakin memudahkan guru dalam merancang pembelajaran yang berdampak bagi peserta didik. Dengan sistem yang terintegrasi, guru dapat lebih fokus pada pengembangan kualitas pembelajaran dan kebutuhan siswa,” ungkapnya.
Para guru MAN 6 Jakarta tampak antusias mengikuti pembinaan tersebut. Mereka memperoleh pemahaman mengenai penggunaan aplikasi MAGIS dalam penyusunan perangkat ajar, pengelolaan administrasi pembelajaran, hingga mekanisme supervisi akademik berbasis digital. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para pendidik dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan di era teknologi.
Melalui kegiatan ini, MAN 6 Jakarta menegaskan komitmennya dalam mendukung program strategis Kementerian Agama terkait digitalisasi madrasah dan peningkatan mutu pendidikan. Implementasi pembelajaran berbasis teknologi diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan yang lebih modern, efektif, serta menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.