Jakarta (Humas MAN 10 Jakarta) — MAN 10 Jakarta Barat menggelar kegiatan motivasi dan muhasabah bagi siswa kelas XII dalam rangka persiapan menghadapi Ujian Madrasah. Kegiatan yang berlangsung di aula madrasah tersebut diikuti seluruh siswa kelas akhir dengan mengusung tema “Menguatkan Nilai, Meluruskan Tujuan Siswa/i untuk Mencapai Nilai yang Terbaik pada Ujian Madrasah.”
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan akademik dan mental peserta didik di lingkungan madrasah yang berada di bawah Kementerian Agama. Selain persiapan materi pelajaran, siswa juga diberikan penguatan motivasi dan pembinaan spiritual agar lebih siap menghadapi ujian akhir.
Sesi motivasi disampaikan oleh Manajer Alazka Training Center, Arya Sentana Krisnadiharja, yang memberikan materi tentang pentingnya memiliki tujuan belajar yang jelas serta kesiapan mental dalam menghadapi ujian. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kedisiplinan dan keyakinan diri.
“Nilai terbaik bukan hanya tentang angka, tetapi tentang proses, disiplin, dan keyakinan diri. Ketika tujuan sudah lurus dan usaha dilakukan secara maksimal, hasil akan mengikuti,” ujar Arya Sentana di hadapan para siswa.
Dalam pemaparannya, ia juga memberikan beberapa strategi belajar, termasuk cara mengelola stres, menjaga fokus, serta membangun pola pikir positif selama masa persiapan ujian. Materi tersebut disampaikan sebagai bekal bagi siswa agar dapat menghadapi Ujian Madrasah dengan lebih percaya diri.
Setelah sesi motivasi, kegiatan dilanjutkan dengan muhasabah yang dipandu oleh Ustaz Fikruddin. Dalam suasana yang khidmat, siswa diajak melakukan refleksi diri, memperbaiki niat, serta memohon kemudahan dalam menghadapi ujian. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai keagamaan yang dilaksanakan di madrasah.
Kepala MAN 10 Jakarta Barat, Rahmi Indriani, menyampaikan bahwa kegiatan motivasi dan muhasabah merupakan bagian dari pembinaan yang dilakukan madrasah agar siswa siap secara akademik maupun mental. Ia mengatakan bahwa Ujian Madrasah menjadi tahap penting yang harus dihadapi dengan kesungguhan dan tanggung jawab.
“Kami ingin siswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga matang secara mental dan spiritual. Ujian Madrasah harus dijalani dengan niat yang baik, usaha yang maksimal, serta doa,” ujar Rahmi Indriani.
Salah satu siswa kelas XII, Atha Raditya Abhipraya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut membantu dirinya lebih tenang dalam menghadapi ujian. Ia mengaku mendapatkan motivasi untuk meningkatkan usaha belajar serta memperbaiki niat selama masa persiapan.
“Kegiatan ini membuat saya lebih siap menghadapi ujian. Materi motivasi membantu saya lebih percaya diri, dan muhasabah membuat saya lebih fokus untuk belajar dan berdoa,” katanya.
Melalui kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di lingkungan madrasah, Kementerian Agama terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai keagamaan. Program tersebut diharapkan dapat membantu siswa menghadapi ujian dengan kesiapan yang lebih baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan yang berimbang antara ilmu pengetahuan dan pembinaan akhlak.