Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menggelar kegiatan pembinaan keagamaan melalui Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang dilaksanakan setiap selesai salat Dzuhur berjamaah. Kegiatan rutin ini berlangsung di Kantor Perwakilan Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu, pada Rabu (03/12/2025), dan diikuti oleh ASN serta pegawai di lingkungan Kemenag setempat.
Pada kesempatan tersebut, Muhammad Fikri Adrian selaku Penyuluh Agama Islam ASN menjadi penceramah dengan mengangkat tema Nasihat Imam al-Ghazali Perihal Mengelola Waktu. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa waktu merupakan nikmat berharga yang wajib dimanfaatkan dengan baik.
“Waktu adalah nikmat besar sekaligus ujian. Orang beriman harus mampu mengelola waktunya agar setiap detik menjadi amal yang mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya di hadapan peserta.
Fikri kemudian menyampaikan dua pesan utama dari Imam al-Ghazali sebagaimana tertuang dalam kitab Ayyuhal Walad. Pertama, mengenai pentingnya menghargai waktu. Ia mengutip hadis tentang penyesalan bagi orang yang menyia-nyiakan waktunya tanpa tujuan ibadah.
“Hadis ini menegaskan bahwa waktu adalah amanah. Detik yang hilang tanpa ibadah, ilmu, atau amal saleh akan menjadi penyesalan panjang di akhirat,” jelasnya.
Kedua, ia mengingatkan tentang makna hadis mengenai usia empat puluh tahun sebagai momentum evaluasi diri. Meski derajat hadis tersebut dinilai dhaif, menurutnya pesan moral yang terkandung tetap relevan dalam konteks perbaikan amal dan peningkatan kualitas hidup.
“Semakin bertambah usia seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memperbaiki amal,” terangnya.
Fikri menegaskan tiga pesan penting dari nasihat Imam al-Ghazali: memaknai setiap detik dengan ibadah, memahami bahwa bertambah usia berarti bertambah amanah, serta menyadari bahwa kesempatan hidup tidak datang dua kali. “Yang kita miliki hanyalah kesempatan hari ini,” tutupnya.
Kegiatan kultum ini disambut antusias oleh seluruh peserta, baik pejabat struktural, fungsional, maupun pegawai pelaksana. Mereka berharap pembinaan spiritual seperti ini dapat terus dilaksanakan secara konsisten karena memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas rohani serta mempererat kebersamaan di lingkungan Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu.