Berita

Kultum Ramadan Kemenag Jakarta Utara Tekankan Keseimbangan Ibadah

Selasa, 10 Maret 2026
Dibaca 155 kali
blog

Kuliah Ramadhan

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara kembali menggelar kegiatan Kultum Ramadan (Kurma) hari ke-19 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Masjid Al-Ikhlas, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan rohani pegawai selama bulan suci Ramadan guna memperkuat integritas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Kultum diikuti oleh ASN di lingkungan Kankemenag Jakarta Utara dan dilaksanakan secara rutin setelah salat Dzuhur. Program tersebut bertujuan memberikan penguatan nilai keagamaan kepada pegawai agar tetap menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan pengamalan ajaran agama.

 

Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Zae Abu el-Hasan dari Subbag Tata Usaha sekaligus tim Humas. Dalam materinya, ia menyampaikan kisah dialog Nabi Musa AS dengan Allah SWT tentang keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial, “Dialog Nabi Musa mengajarkan keseimbangan antara ibadah ritual atau hablun minallah dan ibadah sosial atau hablun minannas. Keduanya harus berjalan bersama dalam kehidupan seorang muslim,” ujar Zae dalam tausiyahnya.

 

Ia menjelaskan bahwa kisah tersebut terdapat dalam kitab Mukasyafatul Qulub karya Imam Al-Ghazali. Dalam kisah itu, Nabi Musa menanyakan kepada Allah tentang ibadah salat dan puasa yang telah dilakukannya, namun jawaban yang diterima menunjukkan bahwa ibadah tersebut pada dasarnya membawa manfaat bagi diri sendiri, “Nabi Musa bertanya apakah salat dan puasanya membuat Allah ridha kepadanya. Namun Allah menjelaskan bahwa salat menjauhkan manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sedangkan puasa melatih diri untuk mengendalikan hawa nafsu,” kata Zae.

 

Menurutnya, dalam kisah tersebut Allah juga menyebutkan bahwa amal sosial seperti sedekah memiliki nilai yang besar di sisi-Nya. Oleh karena itu, seorang muslim tidak hanya dituntut menjalankan ibadah mahdhah, tetapi juga harus peduli terhadap sesama, “Allah menyebutkan bahwa sedekah seorang hamba dapat mengundang kasih sayang-Nya. Karena itu jangan hanya fokus pada ibadah besar, tetapi juga lakukan amalan kecil yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

 

Di akhir tausiyah, Zae mengingatkan bahwa amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dapat memiliki nilai besar di sisi Allah. Ia mencontohkan kisah seorang musafir yang diberi ganjaran surga karena menolong hewan yang kehausan, serta peringatan tentang pentingnya berbuat baik kepada sesama makhluk.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara menyampaikan bahwa kegiatan kultum Ramadan merupakan bagian dari pembinaan rutin bagi ASN agar memiliki keseimbangan antara profesionalitas kerja dan nilai spiritual. Pembinaan tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan kinerja serta pelayanan keagamaan yang lebih baik kepada masyarakat di wilayah Jakarta Utara.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor