Berita

Kultum Kemenag Kepulauan Seribu Tekankan Pentingnya Saling Memaafkan dan Memperbaiki Diri

Rabu, 22 April 2026
Dibaca 458 kali
blog

Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kepulauan Seribu kembali menggelar pengajian rutin Kuliah Tujuh Menit (Kultum) usai salat Dzuhur berjamaah, Rabu (22/4/2026). Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung di Kantor Perwakilan Kemenag Kabupaten Kepulauan Seribu dan diikuti oleh para pegawai serta penyuluh agama dengan khidmat.

 

Kultum kali ini disampaikan oleh Nurcholis, Penyuluh Agama Islam ASN Kemenag Kepulauan Seribu Selatan, yang mengangkat tema “Manusia Tempatnya Salah dan Lupa”. Tema tersebut menegaskan bahwa setiap manusia tidak terlepas dari kekhilafan, sehingga diperlukan sikap saling memaafkan dan upaya berkelanjutan untuk memperbaiki diri.

 

Dalam pemaparannya, Nurcholis mengawali dengan menyampaikan hadits “Al-insanu mahallul khatha’ wan nisyan” yang bermakna manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Ia mengaitkan pesan tersebut dengan tradisi saling memaafkan pasca Idulfitri yang dikenal dengan halal bihalal.

 

“Tradisi halal bihalal bukan sekadar budaya, tetapi mengandung nilai luhur untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi setelah menjalani ibadah Ramadan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Nurcholis menjelaskan bahwa tradisi halal bihalal telah berkembang secara turun-temurun di Nusantara. Istilah tersebut mulai dikenal pada sekitar tahun 1950-an, ketika Presiden Soekarno menginisiasi pertemuan tokoh bangsa guna meredam konflik politik. Dalam momentum itu, KH. Wahab Hasbullah memperkenalkan istilah “halal bihalal” sebagai simbol islah dan persatuan.

 

“Sejak saat itu, halal bihalal menjadi tradisi yang mengakar di masyarakat Indonesia, dari tingkat keluarga hingga negara, sebagai sarana mempererat persaudaraan,” jelasnya.

 

Selain itu, ia juga menyampaikan hadits “Man kanat lahu madzlamatun li akhihi” yang mengajarkan pentingnya segera meminta maaf atas kesalahan kepada sesama sebelum datangnya hari pembalasan.

 

“Islam mengajarkan kita untuk tidak menunda meminta maaf. Menyelesaikan urusan dengan sesama manusia adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah kita,” tegasnya.

 

Menurutnya, menjaga hubungan baik dengan sesama merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus senantiasa dipelihara dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan agar ibadah yang dijalankan tidak tereduksi oleh adanya kesalahan yang belum diselesaikan dengan sesama manusia.

 

“Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi masih menyimpan kesalahan terhadap orang lain. Halal bihalal menjadi momentum untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan,” tambahnya.

 

Menutup kultumnya, Nurcholis mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kebiasaan saling memaafkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya terbatas pada momen Idulfitri.

 

“Mari kita jadikan kebiasaan saling memaafkan dalam keseharian, agar hati tetap bersih dan hubungan antarsesama senantiasa harmonis,” pungkasnya.

 

Kegiatan kultum rutin ini menjadi salah satu upaya Kemenag Kepulauan Seribu dalam memperkuat pembinaan mental spiritual aparatur serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan di lingkungan kerja.

 

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor