Pulau Pramuka, Jakarta (Humas Kemenag Kepulauan Seribu) -- Para Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kepulauan Seribu Utara menggelar kegiatan Kajian dan Pembinaan Santriwati di Asrama Putri SMAN 69 Jakarta, Pulau Pramuka. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan dan penguatan karakter, khususnya dalam menyambut santriwati baru Tahun Ajaran 2026/2027. Rabu (15/7/2026).
Suasana kegiatan berlangsung tertib, hangat, dan penuh semangat. Seluruh santriwati mengikuti setiap rangkaian pembinaan dengan antusias sebagai bekal untuk menjalani kehidupan di lingkungan asrama yang religius, disiplin, dan harmonis.
Kegiatan diawali oleh Penyuluh Agama Islam, Tatang ZM, yang bertindak sebagai pembawa acara. Dengan suasana yang akrab, ia mengajak seluruh peserta mengikuti setiap sesi pembinaan sebagai momentum untuk saling mengenal, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat belajar dan beribadah.
Selanjutnya, Penyuluh Agama Islam Doni Kuswandi Saputra menyampaikan materi penyambutan santriwati baru. Ia memotivasi para peserta agar menjadikan asrama sebagai tempat belajar, bertumbuh, dan membentuk pribadi yang lebih baik.
"Asrama bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan keimanan. Jadikan setiap aktivitas di dalamnya sebagai bagian dari proses menuntut ilmu, membangun persaudaraan, serta meningkatkan kualitas diri sebagai muslimah yang berakhlak mulia," ujar Doni.
Pada sesi berikutnya, Penyuluh Agama Islam Juhaeriyah memberikan materi mengenai tata tertib asrama. Ia menjelaskan hak dan kewajiban penghuni, pentingnya menjaga kedisiplinan, kebersihan, ketertiban, serta tanggung jawab agar tercipta lingkungan asrama yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh santriwati.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Istiana Rahma menyampaikan materi tentang pembentukan karakter dan akhlak. Dalam pemaparannya, ia mengajak para santriwati meneladani akhlak Rasulullah SAW serta membiasakan sikap jujur, disiplin, saling menghormati, bertanggung jawab, dan menjaga adab kepada guru, orang tua, maupun sesama teman.
"Karakter yang baik lahir dari kebiasaan yang baik. Karena itu, mari kita jadikan asrama sebagai tempat untuk membiasakan akhlak mulia dalam setiap perkataan dan perbuatan, sehingga kelak menjadi generasi yang berilmu sekaligus berakhlakul karimah," tutur Istiana.
Pembinaan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi, dan interaksi langsung dengan peserta. Metode tersebut membuat suasana berlangsung aktif, komunikatif, dan memberikan ruang bagi santriwati untuk bertanya serta berbagi pengalaman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh santriwati, khususnya peserta didik baru, mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan asrama, memahami tata tertib yang berlaku, serta terus mengembangkan karakter dan akhlak yang mulia. Pembinaan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya asrama yang religius, disiplin, harmonis, dan penuh semangat dalam menuntut ilmu.