Berita

KUA Kepulauan Seribu Selatan Gelar Ngaji Fathul Qorib

Selasa, 10 Februari 2026
Dibaca 174 kali
blog

Pulau Tidung, Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) -- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan menggelar Pengajian Kitab Fathul Qorib yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Buku “Fikih Puasa dalam Genggaman”, pada Selasa (10/2/2026).


Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Kepulauan Seribu Selatan, Muhammad Fikri Adrian, selaku pemateri sekaligus penulis buku. Pengajian dilaksanakan secara luring di KUA Kepulauan Seribu Selatan serta daring melalui Google Meet, dan terbuka untuk masyarakat umum.


Dalam kajiannya, Fikri mengulas materi sunnah-sunnah wudhu berdasarkan Kitab Fathul Qorib. Ia menegaskan bahwa wudhu tidak hanya berfungsi sebagai syarat sah shalat, tetapi juga sebagai sarana penyempurnaan adab dan penyucian jiwa sebelum menghadap Allah SWT.


“Selain rukun wudhu yang wajib, terdapat sunnah-sunnah wudhu yang diajarkan Rasulullah SAW. Mengamalkannya akan menambah kesempurnaan ibadah sekaligus bernilai pahala,” ujar Fikri.


Adapun sunnah-sunnah wudhu yang disampaikan dalam pengajian tersebut antara lain:


Pertama, membaca basmalah sebelum wudhu. Disunnahkan membaca Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm di awal wudhu sebagai bentuk adab dan pengagungan kepada Allah SWT. “Menyebut nama Allah di awal wudhu adalah adab dasar seorang muslim dalam memulai ibadah,” jelasnya.


Kedua, mencuci kedua telapak tangan hingga pergelangan sebanyak tiga kali sebelum memulai rukun wudhu. “Ini merupakan bentuk penyucian awal dan kehati-hatian agar wudhu dilakukan dalam kondisi bersih dan sempurna,” katanya.


Ketiga, berkumur (madmadah) dengan memasukkan air ke dalam mulut lalu mengeluarkannya sebanyak tiga kali. “Madmadah membantu membersihkan mulut dari sisa makanan dan kotoran,” ungkap Fikri.


Keempat, istinsyaq dan istintsar, yaitu menghirup air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya. “Sunnah ini bertujuan membersihkan saluran pernapasan dan dilakukan sebanyak tiga kali,” tambahnya.


Kelima, mengusap seluruh kepala, dimulai dari bagian depan hingga ke belakang lalu kembali ke depan. “Ini sesuai dengan praktik wudhu Nabi Muhammad SAW,” terangnya.


Keenam, mengusap telinga bagian luar dan dalam dengan air yang baru, bukan sisa air kepala. “Karena telinga termasuk bagian dari kepala, maka disunnahkan diusap dengan air tersendiri,” jelas Fikri.


Ketujuh, menyela janggut bagi yang memilikinya, terutama janggut yang lebat. “Tujuannya agar air benar-benar sampai ke sela-sela rambut janggut,” ujarnya.


Kedelapan, menyela jari tangan dan kaki agar air merata ke seluruh anggota wudhu. “Ini menunjukkan kesungguhan dalam bersuci,” katanya.


Kesembilan, mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan sebelum yang kiri. “Rasulullah SAW menyukai mendahulukan yang kanan dalam perkara kebaikan,” jelasnya.


Kesepuluh, muwalah atau berkesinambungan, yakni melakukan wudhu secara runtut tanpa jeda lama antar anggota wudhu. “Wudhu dilakukan secara utuh agar kesempurnaannya terjaga,” tegas Fikri.


Fikri menambahkan, mengamalkan sunnah-sunnah wudhu mencerminkan kesempurnaan adab seorang muslim dalam bersuci.


“Wudhu tidak hanya membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menjadi pintu penyucian jiwa sebelum menghadap Allah dalam shalat,” ujarnya.


Sementara terkait Sosialisasi Buku “Fikih Puasa dalam Genggaman”, Fikri menjelaskan bahwa buku tersebut disusun sebagai panduan praktis fikih puasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.


“Buku ini saya susun agar masyarakat bisa memahami fikih puasa secara ringkas, aplikatif, dan mudah diakses kapan saja,” jelasnya.


Ia berharap buku tersebut dapat menjadi bekal umat Islam dalam mempersiapkan diri menyambut dan menjalani ibadah Ramadan dengan pemahaman yang benar.


“Semoga buku ini membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa sesuai tuntunan syariat,” pungkasnya.


Melalui kegiatan ini, KUA Kepulauan Seribu Selatan berharap masyarakat semakin memahami fikih ibadah secara praktis dan aplikatif, sekaligus lebih siap menyambut bulan suci Ramadan.


Pengajian berlangsung khidmat dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta baik yang hadir langsung maupun yang mengikuti secara daring.

  • Tags:  

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor