Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, mengajak para pimpinan gereja untuk terus memperkuat moderasi beragama dan menjaga kerukunan umat sebagai fondasi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Pimpinan Lembaga Gereja dan Sosialisasi Petunjuk Teknis Nomor 535 Tahun 2025 tentang Penerbitan Surat Tanda Lapor (STL) bagi gereja di lingkungan Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) se-DKI Jakarta, di GSJA CWS Kenanga, Kamis (9/7/2026).
Dalam arahannya, Mawardi menegaskan bahwa keberagaman agama, suku, ras, dan budaya merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dirawat melalui semangat persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati.
"Moderasi dan kerukunan umat beragama harus terus dijaga dan diperkuat. Keberagaman merupakan anugerah yang menjadi kekuatan bangsa apabila dikelola dengan baik," ujar Mawardi.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keragaman yang tinggi menuntut seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menghindari berbagai potensi konflik yang dapat mengganggu harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia mengajak seluruh pemimpin umat beragama untuk berperan aktif dalam membangun kehidupan yang damai melalui penyampaian ajaran agama yang menyejukkan, memperkuat persaudaraan, serta menghindari penyebaran narasi yang dapat memicu perpecahan.
Mawardi juga menjelaskan bahwa penerbitan Surat Tanda Lapor (STL) bagi gereja bukan semata-mata sebagai pemenuhan administrasi, melainkan bagian dari upaya penataan data kelembagaan keagamaan yang mendukung pembinaan umat dan penguatan kerukunan antarumat beragama.
"Melalui pendataan yang tertib, pemerintah dapat memberikan pelayanan, pembinaan, dan pendampingan kepada lembaga keagamaan secara lebih optimal dalam rangka memperkuat kerukunan umat beragama di Indonesia," jelasnya.
Ia berharap para pimpinan gereja dapat menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang harmonis di tengah masyarakat serta terus menanamkan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan cinta tanah air kepada seluruh jemaat.
Kegiatan tersebut dihadiri Pembimbing Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, H. Nainggolan, Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Jungjung Basani, para pimpinan gereja, penyuluh agama Kristen, serta pegawai beragama Kristen di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara.
Melalui pembinaan ini, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat moderasi beragama, meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, serta menjaga kerukunan umat beragama sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang damai, rukun, dan bersatu.