Berita

Kemenag Salurkan BOS Pesantren Rp111,9 Miliar untuk 2.724 Lembaga

blog

Kemenag Salurkan BOS Pesantren jelang Idulfiti 2026

Jakarta (Humas PAKIS DKI) — Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mulai menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren sejak 10 Maret 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan layanan pendidikan pesantren menjelang Idulfitri 1447 H.

 

Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp111.938.902.500 dengan sasaran 2.724 satuan pendidikan pesantren di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut mencakup lembaga Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), serta Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS).

 

Rincian penerima bantuan terdiri dari 256 lembaga tingkat Ula, 1.361 lembaga tingkat Wustha, dan 1.107 lembaga tingkat Ulya. Penyaluran ini diharapkan mampu mendukung operasional pendidikan pesantren secara merata di berbagai daerah.

 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menyampaikan bahwa percepatan penyaluran BOS Pesantren merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan pesantren.

 

“Penyaluran BOS Pesantren sejak 10 Maret ini menunjukkan komitmen negara dalam menjamin keberlangsungan pendidikan di pesantren. Kami ingin memastikan bahwa layanan pendidikan tetap berjalan optimal, khususnya dalam memenuhi kebutuhan operasional menjelang Idulfitri,” ujarnya.

 

Sementara itu, Direktur Pesantren, Basnang Said, menjelaskan bahwa penyaluran lebih awal memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan dalam mengelola kebutuhan operasional.

 

“Penyaluran BOS Pesantren lebih awal memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan operasional secara lebih terencana, termasuk dukungan terhadap kegiatan pembelajaran, honorarium ustadz, serta penguatan sarana pendidikan,” jelasnya.

 

Direktorat Pesantren juga mengimbau seluruh lembaga penerima agar mengelola bantuan secara akuntabel dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Kelengkapan administrasi dinilai penting untuk menjaga kelancaran penyaluran serta ketepatan sasaran program.

 

Melalui program ini, Kementerian Agama berharap kualitas layanan pendidikan pada lembaga PDF, SPM, dan PKPPS dapat terus meningkat serta memberikan manfaat yang luas bagi para santri di seluruh Indonesia.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor