Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Utara) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, menerima audiensi Komisi Pemilihan Umum Jakarta Utara di ruang rapat pada Kamis (16/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi kelembagaan, khususnya dalam peningkatan literasi demokrasi di kalangan generasi muda.
Ketua KPU Jakarta Utara, Abdul Bahder Maloko, menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi sebelumnya, sekaligus merujuk pada nota kesepahaman (MoU) antara KPU dan Kementerian Agama yang telah terjalin sejak 2023.
“Kami menindaklanjuti adanya MoU antara KPU dan Kementerian Agama. Saat ini kami juga telah menyiapkan draf nota kesepahaman yang diharapkan dapat segera disepakati bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, rencana penandatanganan nota kesepahaman tersebut akan dilakukan secara serentak bersama sejumlah instansi di tingkat Kota Jakarta Utara sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor.
Menanggapi hal tersebut, Mawardi Abdul Gani menyambut baik inisiatif kerja sama yang diusulkan. Ia menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi melalui perjanjian formal yang dapat diimplementasikan secara konkret di lapangan.
“Kami mendukung penuh kerja sama ini dan akan mendorong agar seluruh Madrasah Aliyah dapat merespons program sosialisasi pemilih pemula dari KPU. Ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi demokrasi di kalangan pelajar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mawardi juga menyampaikan komitmennya untuk memperluas jangkauan sosialisasi dengan melibatkan berbagai komunitas lintas agama di bawah binaan Kementerian Agama, sehingga edukasi demokrasi dapat dirasakan secara inklusif.
“Tidak hanya madrasah, kami juga akan merangkul lembaga keagamaan lain agar mendapatkan kesempatan yang sama dalam sosialisasi ini,” imbuhnya.
Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, para Kepala Seksi, serta jajaran penyelenggara di lingkungan Kankemenag Jakarta Utara.
Melalui sinergi ini, diharapkan terbangun kesadaran demokrasi yang kuat di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong partisipasi aktif pemilih pemula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.