Jakarta (Humas Kepulauan Seribu) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Seribu menerima audiensi Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PB PMII) dalam rangka penjajakan kolaborasi strategis di bidang sosial dan maritim, Senin (24/11/2025). Pertemuan berlangsung hangat dan produktif di Kantor Perwakilan Kemenag Kepulauan Seribu.
Audiensi dipimpin Ketua Bidang Sosial KOPRI PB PMII, Siti Nursyam Wokas, bersama jajaran pengurus. Dalam pemaparannya, Siti menyampaikan apresiasi atas sambutan Kemenag serta harapan agar kerja sama dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat kepulauan. “Kami berterima kasih atas penerimaan yang sangat baik dari Kemenag Kepulauan Seribu. Kami berharap sinergi ini memperkuat peran KOPRI dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa KOPRI membawa gagasan program prioritas, seperti pemberdayaan ekonomi, edukasi hukum, dan penguatan sektor maritim.
KOPRI mengusulkan sejumlah program sosial, termasuk penanaman mangrove, bakti sosial, bank sampah, pengobatan massal, pelatihan usaha mikro, khitan massal, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Menurut Siti, program yang diusung bukan bersifat seremonial, tetapi diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Kepala Kemenag Kepulauan Seribu, Nasruddin, menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa KOPRI merupakan mitra strategis dalam penguatan aktivitas sosial dan keagamaan. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran KOPRI PB PMII. Sinergi seperti ini penting untuk memperkuat peran generasi muda, khususnya perempuan, dalam membangun masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan secara tidak langsung bahwa kerja sama akan diarahkan pada program bermanfaat dan selaras dengan nilai moderasi beragama.
Nasruddin juga menyoroti peluang kolaborasi dalam penguatan ekonomi umat melalui KUA, pembangunan kampung zakat berbasis masjid, hingga optimalisasi tanah wakaf produktif. Ia menjelaskan bahwa tantangan khas daerah kepulauan, seperti akses transportasi dan keterbatasan lembaga pendidikan, harus dijawab melalui program berkelanjutan. Salah satunya adalah penguatan program Penyuluh Agama Bergerak agar pembinaan masyarakat dapat menjangkau pulau-pulau terpencil.
Pada sektor pendidikan, Kemenag membuka ruang kerja sama dalam digital learning, pendidikan jarak jauh, peningkatan kompetensi guru, sekolah hijau, serta pelatihan pengolahan hasil laut bagi siswa SMK dan masyarakat. “Kerja sama ini bukan hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi menciptakan model pembangunan sosial-keagamaan dan maritim yang berkelanjutan,” tutup Nasruddin.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama untuk melanjutkan penjajakan kerja sama sebagai upaya memperkuat layanan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Seribu.