Jakarta (Humas Kemenag DKI) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan betapa pentingnya sinergi antara Kementerian Agama dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menjaga kualitas demokrasi yang sehat, damai, dan berkeadaban. Hal ini disampaikan saat Adib menerima audiensi dari Bawaslu Provinsi DKI Jakarta di ruang audensi.
Adib menyampaikan, Kementerian Agama memiliki visi besar dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, maslahat, dan cerdas, yang sejalan dengan tugas Bawaslu untuk memastikan integritas demokrasi. “Visi besar Kementerian Agama, yang bertujuan menciptakan masyarakat yang harmonis dan cerdas, sejalan dengan tugas Bawaslu dalam mengawal demokrasi yang berintegritas,” ujarnya, Kamis (15/01/2026).
Ia juga memberikan apresiasi terhadap kunjungan Ketua Bawaslu Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran, yang menurutnya menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antar sektor dalam membangun kesadaran demokrasi di masyarakat, khususnya di wilayah DKI Jakarta.
“Demokrasi harus terus dijaga dengan pendidikan yang mendalam, agar tidak menimbulkan polarisasi dan konflik yang merugikan masyarakat,” tegas Adib.
Adib menambahkan, DKI Jakarta memiliki 1.819 madrasah di berbagai jenjang pendidikan, yang meski hanya mencakup sekitar 20 persen dari total lembaga pendidikan, memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, terutama Generasi Z, yang kelak akan menjadi pemilih pada Pemilu 2029.
“Kementerian Agama tidak hanya mengelola madrasah, tetapi juga bertanggung jawab dalam pendidikan agama di seluruh sekolah serta pembinaan umat di rumah ibadah dan melalui penyuluh agama lintas agama,” jelas Adib.
Lebih lanjut, Adib mengungkapkan bahwa Kementerian Agama telah mengembangkan sistem peringatan dini, Early Warning System (EWS), untuk mendeteksi dan mencegah potensi konflik sosial terkait agama, termasuk yang mungkin muncul dari dinamika politik dan pemilu.
“Kami menyambut baik rencana kerjasama dengan Bawaslu untuk mengintegrasikan kegiatan di madrasah, mulai dari kegiatan kesiswaan, upacara bendera, awal tahun ajaran, hingga pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Adib mengapresiasi keberhasilan Bawaslu Provinsi DKI Jakarta dalam mengawal Pilkada 2024 yang berlangsung dengan aman, tertib, dan damai. “Kami siap memperkuat kerjasama ini secara berkelanjutan demi terwujudnya demokrasi yang lebih matang, masyarakat yang rukun, dan Jakarta yang damai,” pungkasnya.