Jakarta (Humas MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, memberikan pembinaan kepada guru dan tenaga kependidikan MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif dalam rangkaian Rapat Koordinasi Madrasah yang berlangsung di Aula Agama. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen seluruh warga madrasah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui implementasi Kurikulum Cinta dan budaya kolaborasi.
Mengusung tema “Kolaborasi dalam Kurikulum Cinta untuk Meningkatkan Mutu Layanan dan Prestasi Madrasah”, kegiatan tersebut diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi, penguatan karakter, serta peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah.
Dalam arahannya, Adib menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama dalam mewujudkan madrasah yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan sarana pendukung, tetapi juga oleh ketulusan serta sinergi seluruh unsur pendidikan dalam mendampingi peserta didik.
“Kurikulum Cinta mengajarkan kita untuk menghadirkan pendidikan yang humanis, menghargai setiap potensi anak, serta membangun lingkungan belajar yang penuh kasih sayang. Ketika guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh elemen madrasah berkolaborasi, maka prestasi akan lahir dengan sendirinya,” ujar Adib.
Pada kesempatan tersebut, Adib juga memberikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif, baik dalam bidang akademik, nonakademik, maupun pengembangan budaya literasi yang terus tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah.
Suasana pembinaan semakin bermakna ketika Kepala MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif, Faizah, menyerahkan buku antologi puisi ber-ISBN berjudul Petuah Srikandi kepada Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Buku tersebut merupakan karya kolaboratif para guru perempuan MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif yang memuat puisi-puisi inspiratif tentang pendidikan, kehidupan, nilai kemanusiaan, serta peran perempuan dalam membangun peradaban melalui dunia pendidikan.
Adib menyampaikan apresiasi atas lahirnya karya literasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan para guru menghasilkan karya tulis menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas dan budaya literasi.
“Saya sangat mengapresiasi terbitnya buku Petuah Srikandi ini. Karya seperti ini menunjukkan bahwa guru madrasah bukan hanya mengajar, tetapi juga berkarya, menginspirasi, dan menjadi teladan dalam gerakan literasi. Ini merupakan contoh baik yang patut dikembangkan di madrasah lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Faizah menjelaskan bahwa penerbitan buku tersebut merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mendukung Gerakan Literasi Madrasah sekaligus mendorong guru untuk terus mengembangkan potensi dan kreativitasnya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa guru tidak hanya mendidik di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Penyerahan buku ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus kebanggaan kami kepada Bapak Kepala Kanwil yang senantiasa mendukung kemajuan madrasah,” tutur Faizah.
Selain pembinaan, para peserta juga memperoleh penguatan terkait peningkatan kualitas layanan pendidikan, pengembangan karakter peserta didik, implementasi Kurikulum Cinta, serta strategi menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital. Materi yang disampaikan diharapkan mampu memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan layanan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan ini, MTsN 41 Al Azhar Asy Syarif kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, humanis, dan berprestasi. Sinergi antara madrasah dan Kementerian Agama diharapkan semakin memperkuat upaya mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.