Berita

Kankemenag Jakarta Utara Perkuat Layanan Rohani dan Pendampingan Kemanusiaan

Senin, 22 Juni 2026
Dibaca 59 kali
blog

Perjanjian Kerja

Jakarta (Humas Kankemenag Kota Jakarta Utara) – Dialog antara Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara dan Rumah Sakit Port Medical Center (PMC) Tanjung Priok dalam rangka penandatanganan kerja sama layanan bimbingan rohani bagi pasien menghasilkan berbagai masukan konstruktif untuk penguatan layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat. Salah satu isu yang mengemuka adalah peluang sinergi dalam pendampingan keagamaan terkait pelayanan jenazah sesuai dengan ajaran agama masing-masing.

 

Pembahasan tersebut menjadi perhatian khusus karena merupakan usulan pertama yang muncul dalam kerja sama antara Kankemenag Kota Jakarta Utara dengan rumah sakit di wilayah tersebut. Direktur RS Port Medical Center, Budi Karmawan, menyampaikan bahwa layanan pendampingan keagamaan tidak hanya dibutuhkan selama pasien menjalani perawatan, tetapi juga dapat diperluas pada aspek pelayanan akhir kehidupan yang memerlukan dukungan spiritual dan pendampingan bagi keluarga.

 

Menurut Budi, layanan tersebut mencakup pendampingan keagamaan dalam proses perawatan jenazah sesuai dengan keyakinan masing-masing, mulai dari tata cara penghormatan hingga proses yang menjadi bagian dari tradisi dan ketentuan agama yang dianut keluarga.

 

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani, meminta para penyelenggara agama untuk memberikan pandangan sesuai dengan ketentuan dan praktik keagamaan yang berlaku pada masing-masing umat.

 

Penyelenggara Kristen Kankemenag Kota Jakarta Utara, Jungjung Basani, menjelaskan bahwa pendampingan terhadap jemaat yang meninggal dunia umumnya dilakukan berdasarkan kebutuhan dan permintaan keluarga. Dalam praktiknya, gereja memiliki peran utama dalam memberikan pelayanan pastoral dan pendampingan kepada keluarga yang berduka, sementara penyuluh agama tetap siap memberikan pelayanan sesuai kebutuhan umat.

 

Jungjung berharap kerja sama yang terjalin tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek administratif atau kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Pandangan serupa disampaikan Penyelenggara Buddha Kankemenag Kota Jakarta Utara, Mugiyanto. Ia menjelaskan bahwa dalam tradisi umat Buddha, penanganan jenazah umumnya dilakukan oleh keluarga dengan pendampingan dari lembaga keagamaan atau rumah duka sesuai kebutuhan. Meski demikian, pihaknya siap memberikan pelayanan dan pendampingan keagamaan apabila diperlukan oleh umat.

 

Sementara itu, perwakilan Katolik, Henrikus Leku Usnat, menjelaskan bahwa ketika ada umat yang meninggal dunia, informasi biasanya diteruskan kepada lingkungan dan pastor setempat untuk dilakukan pelayanan pastoral serta ibadat pemberkatan jenazah sesuai tata cara Gereja Katolik.

 

Menurutnya, koordinasi antara keluarga, gereja, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan keagamaan dapat berjalan dengan baik dan memberikan penguatan spiritual bagi keluarga yang ditinggalkan.

 

Dialog yang berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh semangat kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Berbagai masukan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan layanan keagamaan yang lebih komprehensif, humanis, dan berdampak.

 

Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, Kementerian Agama Kota Jakarta Utara terus berupaya memperkuat layanan keagamaan yang tidak hanya memberikan pendampingan spiritual bagi pasien, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan penguatan bagi keluarga dalam berbagai fase kehidupan. Langkah ini sejalan dengan semangat Kemenag Berdampak yang menempatkan pelayanan umat sebagai bagian penting dari pembangunan kehidupan beragama yang harmonis dan berkualitas.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor