Berita

Kankemenag Jakarta Selatan Matangkan Persiapan Lebaran Yatim 2026

Selasa, 23 Juni 2026
Dibaca 252 kali
blog

Jakarta (Humas Kankemenag Jakarta Selatan) – Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan menggelar rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting sebagai langkah pemantapan persiapan pelaksanaan Santunan Muharam atau Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Kementerian Agama RI dalam rangka menyukseskan program kepedulian sosial yang dilaksanakan serentak secara nasional.

 

Rapat koordinasi dipimpin Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kota Jakarta Selatan, M. Jalaluddin, dan membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (25/6/2026). Pembahasan meliputi pendataan penerima manfaat, kesiapan pelaksanaan kegiatan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala madrasah, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jakarta Selatan, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, serta unsur terkait di lingkungan Kankemenag Kota Jakarta Selatan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menjadi wujud sinergi dalam memastikan program berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

 

Dalam arahannya, M. Jalaluddin menegaskan bahwa Santunan Muharam merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan yang berdampak bagi masyarakat, khususnya bagi anak yatim dan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama.

 

“Rapat koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik, mulai dari pendataan, teknis pelaksanaan, hingga koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kegiatan santunan ini bukan hanya seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian kita kepada anak yatim dan penyandang disabilitas,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada kolaborasi dan komunikasi yang baik antarseluruh unsur yang terlibat. Oleh karena itu, setiap peserta rapat diminta untuk memastikan data penerima manfaat tersusun secara akurat dan proses pelaksanaan dapat berjalan tertib, tepat sasaran, dan akuntabel.

 

Menurut Jalaluddin, kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materiil, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan, perhatian, dan semangat kebersamaan bagi para penerima manfaat. Program ini sekaligus menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan agama.

 

Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh peserta berkomitmen memperkuat sinergi dan komunikasi guna memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan sesuai rencana. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelaksanaan santunan yang efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

 

Kegiatan Santunan Muharam atau Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 merupakan salah satu implementasi semangat Kemenag Berdampak yang mengedepankan pelayanan, kepedulian, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, Kankemenag Kota Jakarta Selatan berharap dapat menghadirkan manfaat nyata sekaligus memperkuat budaya gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

 

Dengan persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menebarkan kebahagiaan, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas di Kota Jakarta Selatan.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor