Berita

Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Dorong Guru MAN 11 Jadi Pembelajar Sepanjang Hayat

Senin, 13 Juli 2026
Dibaca 70 kali
blog

Kanwil Kemenag DKI Jakarta Dorong Guru Menjadi Pembelajar Sejati Menuju Madrasah Mendunia pada Raker MAN 11 Jakarta

Jakarta (Humas MAN 11 Jakarta Selatan) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan madrasah saat memberikan pembinaan pada hari kedua Rapat Kerja (Raker) MAN 11 Jakarta Selatan Tahun Pelajaran 2026/2027, yang berlangsung di Jakarta. Raker mengusung tema "Akselerasi Transformasi MAN 11 Jakarta melalui 7 Summit 11 Menuju Madrasah Religius, Berprestasi, dan Mendunia."

 

Hari kedua rapat kerja difokuskan pada pembinaan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mewujudkan madrasah unggul. Kegiatan diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 11 Jakarta Selatan dengan menghadirkan narasumber dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Pengawas Madrasah, dan Widyaiswara Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan.

 

Dalam arahannya, Adib menegaskan bahwa kualitas sebuah madrasah sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang religius, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat global.

 

"Guru tidak boleh berhenti belajar. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan," tegas Adib.

 

Adib mengajak seluruh guru untuk terus mengembangkan kompetensi dengan menjadi pendidik yang progresif, inovatif, kreatif, dan reflektif. Ia memperkenalkan tiga paradigma pembelajaran yang perlu menjadi budaya kerja guru, yaitu Learn From (belajar dari berbagai referensi dan pengalaman), Learn To (belajar untuk meningkatkan kompetensi dan karakter), serta Learn While Doing (belajar melalui praktik dan inovasi dalam proses pembelajaran).

 

Menurutnya, ruang kelas harus menjadi laboratorium inovasi yang memungkinkan guru terus mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, proses belajar tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu mengembangkan karakter dan potensi peserta didik secara optimal.

 

Pada kesempatan tersebut, Adib juga mengangkat filosofi Kaizen sebagai budaya kerja yang perlu diterapkan di lingkungan madrasah. Konsep perbaikan berkelanjutan tersebut mendorong setiap individu untuk senantiasa meningkatkan kualitas diri dan kinerja dari waktu ke waktu.

 

"Hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan esok harus lebih baik daripada hari ini. Semangat perbaikan berkelanjutan inilah yang harus menjadi budaya kerja seluruh warga madrasah," ujarnya.

 

Ia menambahkan, guru yang terus meningkatkan kompetensi akan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas sekaligus melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.

 

Adib juga menegaskan bahwa MAN 11 Jakarta Selatan memiliki tanggung jawab besar untuk menjawab kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan madrasah. Sebagai salah satu madrasah unggulan di DKI Jakarta, MAN 11 diharapkan terus menghadirkan pendidikan yang profesional, inovatif, serta berorientasi pada penguatan karakter dan prestasi peserta didik.

 

Melalui rapat kerja ini, MAN 11 Jakarta Selatan memperkuat komitmen seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan transformasi madrasah yang berkelanjutan. Penguatan kompetensi sumber daya manusia diharapkan mampu mendukung lahirnya lulusan yang religius, berprestasi, dan memiliki daya saing global, sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan madrasah yang unggul dan bermutu.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor