Jakarta (Humas Kemenag DKI) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini menggelar Rapat Koordinasi untuk mempersiapkan Kota Wakaf sekaligus memantau perkembangan kesiapan Jakarta Selatan sebagai pilot project Kota Wakaf pertama di Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang sejalan dengan inisiatif pemerintah pusat untuk mengembangkan wakaf produktif demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Adib, menjelaskan bahwa pengembangan Kota Wakaf ini merupakan tindak lanjut dari audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta yang telah sepakat pada tiga agenda strategis. Tiga agenda tersebut meliputi revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA), peningkatan mutu pendidikan melalui usulan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, serta optimalisasi wakaf dengan tujuan menjadikan Jakarta sebagai Kota Wakaf.
“Gubernur DKI Jakarta sangat mendukung dan mengarahkan agar pilot project Kota Wakaf dimulai di Jakarta Selatan atau Jakarta Timur. Alhamdulillah, proses di Jakarta Selatan sudah berjalan dengan baik, dan kami juga mendorong agar Jakarta Timur segera menyusul,” ujar Adib pada Rabu (15/01/2026) di Aula Fatahilah.
Penetapan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sebagai pilot project ini, menurut Adib, didasarkan pada potensi wilayah dan luasnya spektrum umat yang dilayani. Namun, ia mengakui adanya tantangan administratif yang terkait dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Oleh karena itu, sinergi antara berbagai pihak dan penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan menjadi sangat penting, terutama dalam hal arahan teknis dan regulasi dari Pemerintah Provinsi.
Adib juga menegaskan pentingnya sinergi antara wakaf dan zakat dalam pemberdayaan ekonomi umat. Dengan keberadaan sekitar 7.000 masjid dan mushala di DKI Jakarta, Kementerian Agama bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk mendorong masjid jami sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta pengembangan nadzir wakaf yang produktif.
“Ke depan, rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan pemberdayaan ekonomi umat. Wakaf dan zakat harus menjadi instrumen strategis untuk pengentasan kemiskinan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.
Rapat koordinasi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mendukung terwujudnya Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sebagai Kota Wakaf, sebagai langkah awal dalam menjadikan Jakarta sebagai Kota Wakaf yang berdaya dan berkelanjutan.