Berita

MAN 7 Jakarta Gelar Kajian Keutamaan Surah Yasin pada Amalan Jumat

Jumat, 6 Februari 2026
Dibaca 15 kali
blog

Kegiatan pagi pada Jumat (30/1/20206) diisi dengan pembahasan tentang Surah Yasin sebagai  jantung Al-Qur’an:  Penceramah wakil kepala madrasah bidang kesiswaan,  Sukron Makmun di Masjid Daaruth Thalibin.

Jakarta (Humas MAN 7 Jakarta) — MAN 7 Jakarta mengisi kegiatan pagi Jumat dengan kajian keutamaan Surah Yasin yang berlangsung di Masjid Daaruth Thalibin, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan sebagai bagian dari penguatan spiritual dan pembiasaan amalan keagamaan di lingkungan madrasah.

 

Kajian disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Sukron Makmun. Dalam pengantarnya, ia mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri terkait peran dan tanggung jawab manusia dalam kehidupan sehari-hari. Secara tidak langsung, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara keimanan, tanggung jawab, dan akhlak dalam membentuk karakter peserta didik.

 

Dalam penyampaian materi, Sukron Makmun menjelaskan kedudukan Surah Yasin dalam Al-Qur’an sebagai surah yang mengandung pesan keimanan dan ketauhidan. “Jantungnya Al-Qur’an adalah Surah Yasin,” ujarnya saat menjelaskan makna dan kandungan surah tersebut, termasuk pengingat tentang kehidupan akhirat.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya amalan membaca Surah Al-Kahfi setiap hari Jumat. Menurutnya, amalan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan ibadah yang dapat memberikan penguatan spiritual dalam menjalani aktivitas keseharian. “Membaca Al-Kahfi agar hidup mendapat cahaya sampai Jumat berikutnya,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Sukron Makmun menyampaikan keutamaan membaca Surah Yasin sebagai salah satu amalan yang dianjurkan. “Yang membaca Yasin, Allah mencatat seolah membaca Al-Qur’an sebanyak sepuluh kali,” ungkapnya di hadapan peserta kajian.

 

Pada kesempatan tersebut, ia juga meneladankan sosok Uwais Al-Qarni sebagai figur yang mencerminkan ketulusan iman dan bakti kepada orang tua. Ia menegaskan bahwa nilai keteladanan tersebut relevan untuk ditanamkan kepada peserta didik dalam membangun karakter yang tangguh dan bertanggung jawab.

 

Pelaksanaan kajian keagamaan ini sejalan dengan upaya Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta melalui satuan pendidikan madrasah dalam memperkuat pendidikan karakter dan spiritual peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pembiasaan ibadah serta memberikan dampak positif bagi pembentukan akhlak dan kehidupan sosial warga madrasah.

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor