Berita
Jadi Pilot Project Kota Wakaf, Kankemenag Kota Jakarta Timur Siap Wujudkan

Jadi Pilot Project Kota Wakaf, Kankemenag Kota Jakarta Timur Siap Wujudkan

Rabu, 17 Juni 2026
Dibaca 99 kali
blog

Jakarta, (Humas Kankemenag Kota Jakarta Timur) -- Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Jakarta Timur menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) Program Kota Wakaf yang digagas Kementerian Agama Republik Indonesia. Penunjukan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pengelolaan aset wakaf yang lebih produktif, profesional, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

 

Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kota Jakarta Timur, Amirullah, menyampaikan program Kota Wakaf hadir sebagai upaya mengoptimalkan potensi aset wakaf yang selama ini belum dikelola secara maksimal. Menurutnya, di tengah keterbatasan lahan di wilayah perkotaan seperti Jakarta, pengelolaan aset wakaf secara produktif menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

 

“Jakarta saat ini sudah bukan tempat yang mudah untuk mencari lahan baru. Karena itu, yang menjadi fokus kita adalah bagaimana mengoptimalkan aset-aset wakaf yang sudah ada agar lebih produktif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat,” ujar Amirullah  Ketika memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi perwakafan lintas sektoral, Rabu (17/6/2026) di Aula Kankemenag Kota jakarta timur.

 

Senada dengan Amirullah,Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kankemenag Kota Jakarta Timur Nasrullah Jamaluddin menjelaskan, Kota Wakaf bukan sekadar program administrasi pengelolaan aset, tetapi sebuah gerakan kolaboratif yang bertujuan menghadirkan manfaat ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial melalui pengembangan wakaf produktif.

 

Selain itu, lanjut Nasrullah,  Jakarta Timur  juga dikenal sebagai salah satu wilayah yang aktif dalam gerakan wakaf uang. Berdasarkan Data Zakat dan Wakaf Kankemenag Kota jakarta timur menunjukkan penghimpunan wakaf uang di Jakarta Timur telah mencapai lebih dari  Rp153 juta.  Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis wakaf.

 

Lima Titik Lokasi Percontohan

Sebagai daerah percontohan, Jakarta Timur telah menyiapkan sedikitnya lima titik lokasi yang akan menjadi fokus pengembangan aset wakaf produktif. Beberapa di antaranya berada di Yayasan Al Usmani, Yayasan Masjid At-Taqwa, Yayasan Pondok Pesantren Al Hamid Cipayung, serta yayasan masjid Taufiqurrahman Cakung, Serta Yayasan Masjid Al Fattah Matraman.

 

Yayasan Al Usmani, misalnya, telah mengembangkan usaha toko yang hasilnya digunakan untuk mendukung fasilitas pendidikan. Sementara itu, Masjid At-Taqwa mengelola usaha kantin yang memberikan nilai manfaat bagi kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Adapun Yayasan Pondok Pesantren Al Hamid di Cipayung menjadi salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi besar karena didukung aset tanah wakaf yang  cukup luas.

 

Analis Kebijakan subkoordinator mutasi Kemenag RI, Fakhry Affan menegaskan keberhasilan Kota Wakaf sangat bergantung pada manajemen yang baik dan sinergi lintas sektor. Oleh sebab itu, Kementerian Agama menggandeng berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), perbankan syariah, hingga para nazhir dan pengelola wakaf.

 

“Kementerian Agama tidak bisa berjalan sendiri. Program Kota Wakaf membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh stakeholder agar aset wakaf yang ada benar-benar bisa berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

 

Fakhry Affan menambahkan, Program Kota Wakaf sendiri berfokus pada empat aspek utama, yakni legalitas aset wakaf, penguatan kelembagaan nazhir, peningkatan literasi dan edukasi wakaf, serta pengembangan wakaf produktif. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan aset-aset wakaf yang selama ini belum produktif dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan umat.

 

Sebagai salah satu dari 20 Kota Wakaf yang ditetapkan secara nasional, Jakarta Timur diharapkan mampu menjadi model pengembangan wakaf produktif di kawasan perkotaan. Program ini juga sejalan dengan semangat yang diusung Kementerian Agama, yakni “Wakaf Produktif, Umat Sejahtera.” (Ea/Pay)

  • Tags:  
  • 1

Terkait

Menu Aksesibilitas

Mode Suara

Ukuran Teks

Monokrom

Tandai Tautan

Tebalkan Huruf

Perbesar Kursor